. Whole Family Interlude Part 17 | Kisah Malam

Whole Family Interlude Part 17

0
82

Whole Family Interlude Part 17

GAME TWO

(POV ANDRI)

aku melihat kalenderku di meja kantorku, sekarang merupakan hari jumat minggu kedua yg artinya hari dimana kegiatan rutin bulanan akan terjadi mulai nanti malam jam 8 hingga minggu pukul 10 pagi. aku duduk di meja kantorku menunggu datangnya waktu pulang, pekerjaan dan berkas sudah saya selesaikan, sebenarnya saya pulang duluan juga tak masalah, namun tak enaklah dengan pegawai lainnya yg masih sibuk bekerja. mereka bekerja dengan semangat dan penuh perjuangan namun bayarannya tak sebesar aku kadang sehari tak ada pekerjaan apa-apa, namun sekalinya ada pekerjaan, bisa menyangkut hidup mati perusahaan ini. jadi aku dibayar untuk mempertanggungjawabkan setiap action yg saya ambil. mendekati pukul 4.15 sore, aku sudah mulai untuk meninggalkan ruanganku. jas dan tas kerjaku sudah aku bawa masing-masing kedua tanganku, aku berjalan dan memberi sapa siapa saja yg aku temui, “iya sore, udah besok weekend, lupakan pekerjaan, ajak anak istri jalan”, ujarku sambil memberi canda pada mereka. tiba di parkiran, mobilku selalu bersih dan selalu dalam keadaan kinclong, tiap aku ngantor, selain menjaga keamanan, satpam juga melakukan bersih-bersih pada tiap mobil pejabatnya.

setibanya dirumah, kurang lebih hampir 40 menit aku berada di jalan, dengan keadaan lelah campur kesal dengan ramainya jalanan. istriku sudah sibuk menyiapkan apa saja yg perlu di persiapkan selama dua malam tidak berada dirumah, selain itu memberi perintah pada kedua pembantu kami. aku mandi untuk menyegarkan badan dan sedikit untuk menambah stamina dimana nanti malam pasti menjadi malam yg panjang dan melelahkan. seusai mandi, istriku sudah menyiapkan makan malam untuk kesemuannya, kami menyempatkan makan layaknya keluarga yg tidak akan pergi kemana-mana, kedua anakku makan dengan lahapnya walau masih disuapi oleh ibunya dan salah satu pembantu kami. menu makan malam kali ini adalah nasi rawon buatan istriku, sungguh makanan rumahan memang tiada duanya. sayang untuk 2 hari kedepan perutku akan diisi oleh makanan khas hotel yg menurutku rasanya kurang sedap.

dresscode kali ini aku memilih menggunakan casual, yaitu baju polo berwarna putih dan jeans semi slimfit, jam tangan merk Tag Heuer dan badanku kuberi parfum favoritku, tak lupa aku memasukkan beberapa potong kaos di dalam tas kecil untuk jaga-jaga pakaianku ini terkena cairan vagina maupun kelamin. istriku juga menggunakan pakaian yg simple. rok panjang dan baju lengan panjang, serta membawa tas kecil yg isinya pakaian, namun aku juga paham pasti membawa lingerie, karena menurut pengalaman yg lalu, aku diberi suguhan lingerie oleh Stella. jika dilihat dari penampilan kami, siapa yg menyangka bahwa kami akan mengikuti seks tukar pasangan, penyamaran kami sungguh mantab. lantas kami berpamitan dengan kedua anakku dan pembantu. dan kami memacu mobilku ke hotel yg sudah di pilih untuk acara kali ini, yakni hotel semi-budget yg cukup bagus di sekitaran tinggal rumah kami semua.
“have fun ya sayang”, ujarku sambil memberi ciuman pada istriku saat di basement parkiran hotel sebelum kami mendapat pasangan baru untuk 2 malam kedepan.
“iya mas, mas juga ya, pasanganmu jangan disiksa dengan penis raksasamu”, canda istriku.

tiba di ruang ngumpul sebelum akhirnya kami dipisah, kali ini penampilan para wanitanya lebih berani. yg berhijab tetap tertutup karena justru akan menjadi surprise bagi yg mendapatkan, termasuk yg mendapatkan istriku. kali ini Claudia hanya menggunakan rok mini dan semi tanktop, selain itu ada yg menggunakan jeans ketat, highheels dan tanktop. nampaknya sudah semakin santai dan berani.
“yuk, untuk menyingkat waktu dan memaksimalkan waktu untuk having fun, sama seperti kemarin yak, ladies ambil kartu, tunjukkin ke suami dan bawa tas kecil ini, have fun”, terang Claudia yg lalu para wanita satu per satu mengambil kartu dan menunjukkan pada suaminya, tak terkecuali istriku.
“kamar 603 mas”, bisiknya pada telingaku sambil memberi ciuman di ujung bibirku.
para wanita sudah meninggalkan ruangan briefing dan tinggal kami para lelaki.
aku langsung berjalan mendekat pada pilihan kartu, kali ini jatuh pada kartu nomor 820.
“oke have fun semua ya guys, mohon maaf jika aku meniduri salah satu istri kalian”, ujar Petra dengan canda.
“istrimu tak bikin orgasme sampe ampun-ampun”, balas Juna.
“haha siaaap deeh silahkan silahkan haha”, lanjut Petra. lantas kami semua berjalan menuju kamar masing-masing sesuai yg tertera dalam kartu.

aku mengetuk pintu kamar 820 dengan lembut namun mantab. akankah aku akan mendapatkan Stella lagi yg jelas dia merancu terus meminta untuk terus disetubuhi.
terbukalah pintu kamar yg tadinya terkunci, terlihatlah sosok yg cantik ditambah senyumnya yg tiada duanya, badannya yg langsing dan tinggi ini menjadikannya seperti model kelas atas.
“mari mas, masuk”, ujar wanita itu dengan senyuman khasnya.
“terimakasih, Andri”, ucapku sambil menjulurkan tangan untuk bersalaman.
“hehe Gladis”, balasnya yg lalu mengunci pintu kamar ini, menandakan permainan segera dimulai.
kamar hotel ini lebih kecil dari yg lalu, uniknya adalah, antara kamar tidur dan kamar mandi terdapat kaca yg sangat besar, yg artinya jika ada yg mandi, akan sangat jelas untuk dilihat dari kamar. memang kamar hotel didesign untuk mengumbar nafsu.
“wow, kamar mandinya ada kacanya”, ujarku.
“heehe iya mas, kalau malu dilihat ada gordinnya kok”, terang Gladis.
“kalau yg ngelihat mbak Gladis mah malah aku ajak mandi sekalian”, candaku, diiringi dengan dia tertawa. kami berdua belum duduk di kasur maupun kursi, masih berbincang berdiri dan berjalan untuk melihat suasana kamar.
“haha mas Andri bisa aja, gimana mas yg kemarin, have fun?”, tanya Gladis.
“haha iya dong, kamu gimana?”, tanyaku kembali.
“iya mas, manteb haha memang genius ide ini hehe”, lanjutnya.
“hmmm mbak Gladis ada pantangan apa dalam berhubungan hehe sebelum nanti kita tenggelam oleh nafsu”, tanyaku.
“mas Andri keren yah, sempat tanya, yg kemarin langsung aja gak nahan dan saling nyosor haha, hmmm apa ya, apa aja deh mas, yg penting enak”, balasnya dengan tatapan genit.
“termasuk anal seks, nelen sperma?”, candaku.
“hmm anal seks belum pernah mas, but, mungkin. nelen, hmm boleh”, ujar dia yg semakin mendekat kearah tubuhku.
“okelah, sayangkan kalau spermanya cuma dibuang dikondom hehe”, terangku.

lantas kami saling peluk dan bibir kami langsung bertemu dan terus beradu antara bibir serta lidah, kedua tanganku langsung berpetualang pada tubuhnya bagian belakang. badannya yg langsing dan tinggi serta masih ditambah dengan highheels kurang lebih 15cm menjadikan pantatnya sedikit terangkat. maka kedua tanganku langsung meremat kedua belah pantatnya tanpa kami melepas ciuman dan permainan lidah.
“ciumanmu manteb banget mas hihi”, ujarnya sambil merapikan rambutnya yg sudah kemana-mana. aku tak tahan dengan wajahnya yg lembut dan cantik, aku kembali mencumbunya.
“smooccchhh smooocchh smoooccchhhh”, lidahku selain memainkan di bibirnya, kali ini aku berpetualang pada lehernya. rambut yg tidak tertutup jilbab memudahkankanku untuk meraih lehernya yg mulus dan indah.
“sshhhh ahhhh ooowwhhh enak banget sih mas mainmu sensual”, desah dia saat aku berada di lehernya, “mas jangan ngasih cupangan di leher mas”, lanjut dia, tp telat, aku sudah memberi cupangan entah berapa merah cupangan itu, aku langsung melepasnya.
“mas, udah jadi cupangan yah”, tanya dia, yg lalu melihat dan benar saja sudah jadi namun masih tipis. “maaf mbak, aku gak nahan dengan lehermu, sudah membekas sih tapi dikit”, balasku.

lalu kami berdua menjatuhkan diri pada sofa kecil yg cukup untuk berdua, yg berada mepet tembok mengahadap ke kasur namun posisinya terletak disebelah pintu kearah balcony. Gladis sibuk dengan kancing celana jeansku, maka aku sedikit membantunya, lalu dia menarik celana dan celana dalamku, lalu terlihatlah penisku yg sudah tigaperempat ngaceng namun panjangnya sudah maksimal hanya saja belum keras seperti beton.
“whooooaah, mas, ini serius segini haha aku belum pernah tau ada yg punya segini gede”, ujar dia terkaget-kaget. aku hanya tersenyum. dia masih memainkannya dengan ditempelkan pada wajahnya, mengenggamnya dan berusaha mengukurnya. dari luar tanktopnya yg dia gunakan, aku meraih payudaranya dan memainkannya.
“sshhh oohh mas”, desah ringan dia. lalu Gladis mulai memasukkan penisku kedalam mulutnya, walau sedikit kesusahan, namun akhirnya masuk. dia lantas bergerak naik dan turun serta memainkan lidahnya. aku hanya merem melek dan merapikan rambutnya sambil melihat ekspresi dia yg sedang memainkan penisku di dalam mulutnya.
beberapa kali dia diam dengan penisku di dalam mulutnya dan memainkan lidahnya, mengenai tepat pada urat kontolku yg membuatnya jadi ngilu namun enak. selain itu dengan kontol yg 18cm panjangnya, aku belum pernah mendapatkan blowjob yg sangat enak seperti blowjobnya Gladis. Stella hanya bisa namun tidak mahir, istriku hampir selevel dengan Stella. namun Gladis sungguh luar biasa.
“blowjobmu enak banget mbak awwwhhhhh ooowwhhh”, desahku saat dia istirahat tanpa melepas kontolku.
beberapa saat kemudian dia melakukan yg wanita lain tak bisa, yaitu deepthroat. dia menekan dalam-dalam penisku hingga rasanya penisku masuk ke dalam tenggorokannya, aku sungguh heran seluruh panjang penisku bisa masuk ke dalam mulutnya.
“hooooaaaahhhhh haha hooaahhh hoooaahh hoooaahhh”, nafas Gladis yg memburu serta mulut penuh ludah, hingga ludan itu turun mengenai tanktopnya yg masih dia kenakan, “bisa masuk semua mas hehehe”, ujarnya genit sambil merapikan bajunya dan menatapku penuh nafsu.
“blowjobmu enak banget mbak, belajar dari mana sih hehe”, candaku.
“mau tau banget, apa mau tau aja, heehe, aku minum dulu ya mas”, ujarnya yg lalu dia berdiri masih dengan pakaian lengkapnya, aku melepas semua pakaianku dan menunggu Gladis di sofa. dia minum seperti kehausan habis deepthroat.

dia lalu berjalan kearahku layaknya wanita berjalan di catwalk.
“you wanna fuck me now or continue the blow until you explode?”, ujar dia menggunakan fasih bahasa inggris dan berlaga layaknya wanita di hotel Alexis.
“kamu nakal banget sih mbak ternyata?”, ujarku sambil tangan kananku berada di penisku.
“gimana gak nakal, disodorin kontol semanteb itu, ya harus di maksimalkan dong”, balasnya sambil striptease melepas satu per satu pakaiannya, dan aku hanya melongo, hingga akhirnya semua terlepas. bulu vaginanya rapi bagiakan runway pesawat terbang.
“oh my gawd, i think im in love with you, mbak Gladis”, kataku sambil bergetar karena nafsu lalu memeluknya mengadap aku, karena aku masih duduk, maka kepalaku tepat pada pusarnya.
“then fuck me!”, balasnya yg lalu dia berjalan kearahku, melebarkan kakinya tepat dihadapanku. memasukkan penisku kedalam tubuhnya, dia mengahap kearahku, kakinya naik keatas sofa. jadi aku seperti memangkunya namun kontolku berada di dalam tubuhnya. badan dia yg kecil dan ramping, disiksa oleh pria yg memiliki penis sangat besar. aku serasa Dredd dalam film porno Interacialpass di Pornhub.
“aooo aooo aaaooohh mass, haha langsung penuh mas, hanya muat sepertiga”, desah Gladis disela-sela prosesi kunjungan pertama penisku kedalam memeknya. Gladis bercanda dengan rasanya kontolku di dalam tubuhnya, sedangkan aku keenakan karena rahim Gladis terus mengurut-urut kontolku, dia lalu bergerak naik turun dengan ritme pelan sambil dia menghayati gesekan kelamin di dalam tubuh. lantas ditengah enaknya Gladis memainkan pantatnya sambil bibir kami sedang beradu, aku teringat sesuatu.
“mbak Gladis, aku lupa pakai kondom!!”, teriakku yg lantas Gladis memberhentikan sebentar goyangannya.
“ssshhh ahhh massss ooohh, mas Andri hoosh hoosshh kontolmu sungguh enak banget mas, gapapalah gak pakai kondom mas ahhh ayoo mass goyang mass terus mass terusss”, rancu dia yg lalu aku kembali menggoyangkan pinggulku naik dan turun, Gladis terus memelukku seakan tak ingin melepaskan dan terus menyerang leherku dan bibirku, rambut kami berdua sudah tak karuan bentuknya, kedua tangan kami saling berpetualang.
“aaahhhh enak masss, Gladis keenakan maaas ahahh, cinta dua malam aku melayang mas Andriii”, desah dia yg sungguh nakal dan binal. aku jadi membayangkan bagaimana dia sebelum berumah tangga. tangan kananku beberapa kali menepuk pantatnya dengan kencang.
‘PLAK’, “aaaooowwwhhhh mas, maafin Gladis kalau nakal awwwhhhhh”, ujar dia bagaikan anak kecil yg melakukan kesalahan. aku terus melakukan itu, dan dia semakin merancu dan semakin nakal. gerakan dia yg naik dan turun, terkadang berusaha menelan kesemuannya penisku.
“aaaooohhhh, mentok mas, aahhhh gede banget sih mas”, desahnya.
“memekmu, yaampun, juara, the best mbak”, desahku sambil terus berusaha menahan desakan pejuhku agar tak keluar pada waktunya.
“mas, masih kuat kan”, tanya dia padaku dengan tatapan nafsu.
“masih mbak”, balasku pelan dengan wajah menahan desah. lalu Gladis seperti mendapat tenaga tambahan dan dia bergerak naik turun dengan ritme cepat. bibir vaginanya seperti mangap menerima lebarnya penisku. dia nampak konsentrasi dengan sodokannya, nampaknya dia ingin berusaha mendapatkan orgasme.
kedua tanganku menyangga pantatnya yg sedang bergerak naik dan turun. lalu beberapa saat kemudian, Gladis ada perubahan perilaku pada tubuhnya, memeknya jadi semakin kencang, ototnya tubuhnya juga ikut mengencang, desahnya semakin merancu dan matanya merem melek.
“aaawwwhhhh awwwhhhhh awhhhh ooohhhh awwhhh yeeeesss ahhhh masssss”, teriak panjangnya diiringi dengan getaran hebat dan memberhentikan gerakannya untuk sejenak.
“aawwhhhh pijetan memekmu enak banget mbak”, desahku mengiringi saat dia orgasme. dan Gladis lantas mencabut penisku dari dalam tubuhnya dan sedikit tertawa.
“oh my…this is the best sex ever!!”, tawa dia yg lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur yg berada tepat dibelakangnya. aku lalu berdiri dan berjalan tepat diatasnya yg bertubuh polos tanpa apapun namun masih menggunakan highheels, rasanya aku BO cewek dari forum UG dengan DC yg 7 jutaan, GFE nya nilainya 17 dari 10.

aku lalu menjatuhkan diri diatasnya dengan kontolku berada tepat di depan memeknya.
“mas, kalau aku ketagihan sama kamu gimana? kalau aku lalu gak menikmati penis ukuran sedang gimana? kamu suami siapa sih mas?”, ujar dia sambil memandangiku dan membelai pipiku.
tak aku balas, namun aku memasukkan penisku ke dalam tubuhnya, dan Gladis hanya membuka mulutnya sambil memejamkan matanya. aku kembali pada ritme doronganku dengan menarik penisku hingga ujung dan memasukkannya hingga mentok. Gladis hanya terpejam menikmati penisku, saat dia membuka mata dia hanya tersenyum keenakan, tak ada desahan hanya mulut yg mengangga.
“mas, oh my you are so good mas….”, ujar dia sambil memegang kedua pipiku.
“mbak, aku keluarin ya”, balasku dengan konsentrasi sambil memandanginya, dia hanya mengangguk sembari tersenyum lebar.
aku menaikkan ritme sodokanku, jika kemarin hanya pada gigi 5, kali ini aku masuk ke gigi 8 bagaikan Pajero terbaru, karena memang medannya sungguh menantang.
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
PLOK PLOK PLOK PLOK
tanpa ampun aku memberikan enak pada Gladis, dia hanya mendesah pelan dan memejamkam mata.
“ssshhhh ahhhh mass enak banget sih masss shhhhhh ooohhhh”, desahnya. aku sudah semakin tak tahan dan ingin segera keluar. dorongan terakhir, badanku semakin mengencang dan ingin segera keluar.
aku menarik penisku dari dalam tubuhnya Gladis dan mengocoknya tepat di atas vaginanya.
CREK CREK CREK CREK CREK CREK
beberapa saat kemudian, cairan putih itu keluar dengan jumlah yg lumayan banyak.
CROOT CROOOOOT CROOOT CROOOOT CROOOOT
“awwwhhhh Gladis enak banget ahhh Gladis Gladis Gladis aahhhhh yaaaa ahhhhh”, desahku saat pejuhku keluar semua hingga tetes terakhir, aku memangangi dan pejuhku meluncur mengenai jembut vaginanya, hingga dadanya dengan tumpahan cukup banyak.
“hehehe thankyou mas…..”, ujarnya dengan genit dan jarinya memainkan pejuh yg ada di tubuhnya. lalu aku mendekatkan penisku pada mulutnya dan Gladis memasukkan kembali dan mengulumnya.
“aahhhh linuuuu bangett oooowwwhhhh yampuuuun”, desahku, setelah semua bersih, lalu aku ambruk disebelah tubuh Gladis.

setelah membersihkan tubuh masing-masing, aku dan Gladis tiduran diatas kasur dengan telanjang.
“kamu manteb banget mbak, belajar dari mana sih hehe”, candaku.
“mas juga bisa gede gitu”, balasnya.
“haha enak yah?”, tanyaku.
“iya, sampai ubun-ubun haha”, balasnya.
“sebelumnya udah pernah melakukan ginian mbak?”, tanyaku penasaran.
“hmm pas udah nikah atau sebelum nikah?”, tanya dia kembali.
“maksudku pas udah nikah pernah ngamar dengan cowok lain?”, aku menjelaskan.
“hmm belum lah, baru setelah ikutan ini, mas sendiri? pasti udah pernah?”, tanya Gladis.
“hmm belum juga, mungkin setelah ini kalau aku ketagihan dengan mbak Gladis”, candaku.
“haha iya nih, aku bisa ketagihan lho, tanggung jawab”, candanya. “tapi ini kontol tersebar yg pernah ku urus haha, jangan bilang suamiku lho?!”, lanjutnya.
“haha aman, emang sebelum dengan suami udah pernah?”, tanyaku.
“hehe udah dong, kaya mas belum pernah aja”, tanyanya kembali.
“udah sih, hanya sekali. udah sejak kapan dan berapa kali?”, tanyaku penasaran.
“hehe sejak SMA sih mas, hmm berapa ya, sebelum dengan suami hmmm 4 cowok hihi”, terangnya. ternyata Gladis memang cewek yg sedikit nakal dan katanya memang mudah bosan dengan hubungan, itu makanya dia dulu sering ganti-ganti cowok, namun setelah menikah, harus dengan satu cowok dan dia jujur bahwa merasa bosan dan ingin melakukan yg berbeda dengan sensasi yg beda pula.

hingga sabtu sore, kami sudah melakukan lebih dari 5x, pada jumat malam kami melakukan 2x, namun yg kedua tidak hingga selesai, Gladis mendapat orgasme namun dia sudah terlalu capek hingga aku tidak sampai mengeluarkan pejuh. setelah bangun tidur melakukan sekali, setelah mandi sekali, dan setelah makan siang juga, lalu kami tertidur.

kini waktu menunjukkan pukul 19.45, setelah makan malam dengan order makanan melalui room service, kami lanjut bersantai sambil menunggu naiknya libido.
“hmmm mbak, suda pernah anal?”, isengku bertanya.
“hmm belum pernah sih dengan suami, tapi mas….aku gak yakin segede itu bisa masuk ke dalam pantatku…bisa sobek….”, ujarnya tak yakin, “hmm tapi boleh lah dicoba, tapi nanti kalau tak muat, jangan dipaksa yak”, terangnya, “hmm mas udah pernah sama istrinya?”, lanjutnya.
“hmmm iya nanti pelan-pelan aja, hmmm istri…hmm belum pernah”, lanjutku dengan merasa melas karena belum pernah nganal sama istri sendiri.

tanpa berlama-lama langsung kami untuk menyuseskan rencana yg kami atur. karena Gladis sudah hanya menggunakan BH dan celana dalam, namun highheelsnya selalu melekat pada tubuhnya. sedangkan aku hanya menggunakan celana dalam. lalu kami berdua segera melucuti pakaian yg melekat, menyiapkan kondom dan pelicin. kontolku langsung tegak setelah melihat lubang seorang wanita.
“mbak, kecil banget lubangnya”, ujarku dengan bingung apakah bisa masuk.
“iya mas, hmmm coba nanti kepalanya dulu dimasukkan”, ujarnya yg sedang memposisikan diri berdoggystyle di atas kasur. aku sudah menggunakan kondom dan membasahi kontolku dengan pelicin serta memberikkannya pada lubang anus Gladis. lantas aku mengarahkan penisku pada lubangnya.
aku sangat pesimis ini bisa masuk, aku menyentuhkan ujung kontolku pada lubang anusnya, dengan perlahan aku mendorongnya, dan amazing lubang anus Gladis melunak dan mempersilahkan tamunya untuk masuk. pertama hanya ujung kepalanya dikit hanya masuk.
“ssshhhhhh udah mbuka mas lubangnya, di dorong pelan-pelan mas”, perintahnya dan aku mendorongnya pelan-pelan. dengan perlahan namun pasti, akhirnya helm penisku bisa masuk semua.
“aaahhhhhhhhhhhhhh masssss”, desahnya. aku kembali mendorong, kali ini badannya sudah mulai masuk. aku dorong terus namun rancu Gladis semakin menjadi.
“aaahhh maaasss ahhh masssss aaahhh ahhhh aduuuhh”, desahnya sambil dia mengigit bantal yg didepannya dan kedua tangannya mencengkram erat, aku bingung.
“gimana mbak sakit ya”, ujarku panik.
“jangan dalem-dalem mas”, ujarnya, lalu aku menariknya hingga separuh penisku, “nah ini pas, ayo mas di sodok”, lanjutnya. lantas aku mulai memainkan gerakanku.
anal seks lebih kencang, rematannya lebih kuat dan sempit, sensasi yg berbeda dengan seks biasa. gerakan maju mundurnya pun tak bisa se-smooth vaginal seks, namun desahan dan rancuan wanitanya jadi sangat nakal serta lebih liar.
“aawwwhhhh massss pelaaaan masss ahhhhhhhhhh”, desahnya sangat kencang. padahal aku sendiri sudah sangat pelan dan menghayati.
“sakit ya, lha gimana mbak, gak usah dilanjutin juga gapapa”, terangku yg merasa kasihan karena Gladis sangat tersisa.
“gapapa mas, sampe orgasme saja”, terangnya, “tapi pelan aja”, lanjutnya. lalu aku bergerak maju mundur sesuai ritme yg diinginkan oleh Gladis, kali ini dia mulai menikmatinya dan mulai mendesah pelan namun nikmat.
“ssshhh ooohh mas ini udah enak mas sshhhhh”, desahnya dengan lembut dan menikmati. sensasi gesekan pada memek dan anal lebih greget anal seks, karena sempitnya dan lebih terasa pada kulit penis, bagi wanitanya nampak lebih nonjok bagaikan terkena ekstasi. dengan posisi yg sama kurang lebih 7 menit kami memompa dan saling bertukar nafsu.
“mas, aku udah deket mas, nanti pegangi ya kalau orgasme”, ujarnya sambil sedikit membalikkan badannya kearahku. gerakan dan ritme masih sama, namun Gladis sedikit bergetar badannya dan rancuannya semakin menjadi, aku menyaksikan pemandangan yg berbeda.
“AAAAHHHH MASSS OOOHHH NOOO MAAASSS AHHHH AHHHHA HHH”, lantas seperti ledakan nuklir, badan Gladis bergetar hebat bagaikan gempa Fukushima, kakinya menendang-nendang, badannya dimajukan seperti ingin melepas kontolku dari tubuhnya, badannya meliuk-luik layaknya cacing, aku memeganginya dengan erat agar tak jatuh maupun melakukan hal diluar kewajaran. namun kali ini aku sunggu khawatir.
“mbak Gladis mbak, kamu gapapa?”, ujarku panik.
“hooosshhh hooosshh hooosshhhh, haha maaf mas, aku kalau orgasme anal pasti seperti ini hahahhaa tapi ledakannya enak banget”, terangnya sambil menekuk badannya kesamping dan menarik selimut.
“anjir kirain kenapa haha”, balasku khawatir.
lalu karena Gladis sudah kehabisan tenaga, aku mengalah dengan tak mendapat orgasme, dia sudah terlelah dan matanya berkaca-kaca karena anal seks yg sakit dan orgasme terlalu intensnya. kami berdua berpelukan, aku diyakinkan kalau anal seks walau dengan penis gede akan membuat otot anusnya sedikit melar, tapi tak apa, asal tak sering. tapi yg terpenting dia menikmatinya.

pada game kedua tukar guling ini, kami melakukan setidaknya 7 ronde seks, walau kesemuanya tak berakhir aku crot, namun aku bahagia melihat Gladis orgasme dan having fun bersamaku. sebelum menginjak pukul 10 pada hari minggu, secara diam-diam aku dan Gladis saling bertukar nomor HP jika suatu saat kami kangen untuk berkencan dengan diam-diam. setelah dia rapi, dia terlihat sungguh cantik dan anggun walau beberapa jam sebelumnya aku menyiksa tubuh dia hingga maksimal. dia berpamitan padaku untuk berjalan duluan ke briefing room, aku masih menunggu 10 menit kemudian untuk turut ke briefing room.

setibanya di briefing room, terpancar wajah puas, bahagia dan lemas pada kesemuanya, namun semua tetap ngobrol santai dengan diiringi canda. lalu kami pun dipersilahkan untuk pulang dan kembali pada pasangan masing-masing. aku mendatangi Bella dan dia memelukku sambil memberi ciuman di pipi. dari ujung mataku Gladis dan Stella melihat kami berdua.
“yuk sayang”, ujarku yg lalu Bella merangkulku, kami berdua berjalan bersama, pasangan yg lain juga saling bergandengan tangan maupun jalan sambil berpelukan. ini menunjukkan bahwa setelah kami bertukar pasangan, tak ada pasangan sah yg merasa cemburu maupun marah, justru membuat kami semakin mersa dan intim.
selingkuh tidak selalu membawa keburukan jika dilakukan secara terbuka dan jujur, tapi masalahnya tak banyak yg bisa melakukan ini.

-BERSAMBUNG-

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler