. Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 54 | Kisah Malam

Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 54

0
309

Bagian 2 Part 54 – Kebersamaan


Adalia Adriana

Kirana Ayu

Jam 10.00

“selamat malam semua..” ucap ku lalu memandang dengan santai semua mahasiswa baru yang berbaris didepanku.. aku pandang mereka dari ujung sebelah kiri sampai ujung sebelah kananku.. tidak ada jawaban dari mereka.. yang ada hanya senyuman yang meremehkan dan pandangan yang menjacokkan banget..

“huuuuuu….” Ucap mereka bersama..

“malam matamu’a..” teriak seorang maba dengan kencangnya..

“ga punya mata kali ya.. pagi menjelang siang gini dibilang malam..” ucap seorang maba lainnya menyahut ikut berteriak..

“hahahahahahaha… jancoookkk..” teriak maba yang lain.. dan akhirnya suasana lapangan menjadi ramai.. mereka tertawa terbahak –bahak sambil mengejekku..

Aku lalu diam dan tetap berdiri diatas panggung kecil ini sambil memperhatikan tingkah mereka yang makin lama bikin gatal bijiku.. dan mereka pun tambah kurang ajar.. mereka asyik dengan kesibukan masing – masing dibarisan mereka.. ada yang mengobrol sesama teman.. ada yang bermain hp.. ada yang merokok.. ada yang asyik dengan walkman nya.. pokoknya mereka ga ada yang memperhatikan didepan.. aku sempat melihat pak tomo dipinggir lapangan yang menatapku sambil menghisap rokoknya..

Oh iya aku lupa.. sekarang ini lagi acara ospek dan ini hari pertama.. kenapa aku berdiri dipanggung ini dan menyapa maba – maba bajingan ini..? aku bisa berdiri disini karena aku koordinator keamanan ospek tahun ini.. anak semester lima menjadi koordinator keamanan ospek kampus teknik kita.. luar biasa sekali.. kenapa bisa begitu.. karena biasanya yang jadi koordinator keamanan pasti anak semester tujuh..

Dan waktu aku diajukan sebagai koordinator keamanan oleh mas pandu dan mas rendi, semua bajingan kampus ini hanya mengangguk dan ga ada yang membantah.. asssuuu.. aku jadi sungkan, karena masih banyak seniorku yang lebih pantas untuk menjadi koordinator keamanan.. tapi aku ga bisa menolak.. aku ditunjuk oleh mas pandu dan mas rendi sebagai koordinator keamanan, dibawah ancaman bung toni.. terus aku bisa apa..? aku cuman bisa menggaruk – garuk bijiku yang sebenarnya ga gatal.. bajingan..

Untuk anggotaku.. yang resmi dari pondok merah ada aldo, yuda, surya dan satria.. sedangkan sisanya penghuni kos pondok merah sebagai panitia bayangan.. dan anggota resmi keamanan lainnya gabungan dari bajingan – bajingan dari jurusan lain.. jumlahnya sekitar seratus lima puluh orang dan kami harus mengawasi maba sekitar dua ribu lima ratus orang.. gila.. dan seperti tahun kemarin.. tahun ini pun sebenarnya tidak boleh ada kekerasan.. jadi maba – maba baru ini bertingkah seperti curut – curut yang baru keluar dari kandang.. mereka bertingkah seenaknya dan bergaya semaunya..

Dan aku sempat konsultasi dengan pak tomo tentang tingkah maba ini.. pak tomo hanya bilang “kalau sudah kelewatan.. selesaikan..” jawaban yang singkat, padat dan nggateli..

Kembali lagi kelapangan..

“ngapain kamu masih berdiri disitu ndrong..? turun aja.. bikin sakit mata aja ngelihatnya..” teriak seseorang dari tengah barisan maba didepanku..

“sudah gondrong, kayak gembel lagi.. turunlah…” satu lagi orang yang berteriak melihat penampilanku.. memang sih penampilanku kayak gembel.. celana levis yang sobek dilutut.. kaos hitam dilapisi jaket biru pembagian ospek.. sepatu convers andalanku, rambut gondrong dan anting – anting dikanan kiri..

“iya turun aja.. suruh naik wanita – wanita cantik yang tadi.. lebih seger lihatnya dari pada lihat sigondrong ndeso ini.. hahahahaha..” ucap yang lain menyahut sambil tertawa..

“hahahahahaha.. gondes..” sahut yang lain mengolokku..

“hahahaha..”

“turun.. turun.. turun..” kompak mereka berteriak..

Assuuu.. aku lalu melihat panitia keamanan yang menyebar disekitar maba ini, mereka sangat geregetan seperti ingin makan curut – curut itu satu persatu.. dan kulihat anggota power ranger dan satria baja hitam juga geregetan, mereka tidak terima aku dihina seperti itu oleh curut – curut ini..

Aku lalu mengambil rokokku dan membakarnya.. lalu aku hisap perlahan..

“wihhhhhh…” ucap maba ini kompak melihat aku merokok dengan santainya didepan mereka..

“oke.. aku hanya ingin menyampaikan saja.. silahkan ikuti ospek ini sesuai dengan aturan – aturan yang telah ditentukan panitia.. dan kami dari keamanan juga akan mengikuti peraturan tentang ospek yang ditetapkan pihak rektorat.. “ ucapku santai.. lalu aku menghisap rokokku dalam – dalam.. dan aku sempat melirik anggota keamanan dan teman – temanku.. sekarang mereka memandangku dengan tatapan yang jengkel.. mungkin yang ada dipikiran mereka, kenapa aku berbicara seperti itu.. karena ucapanku itu sama aja mempersilahkan curut – curut itu untuk melanjutkan tingkah mereka yang kurang ajar.. kenapa bisa begitu..? karena kalau sesuai peraturan dari pihak rektorat tidak ada kontak fisik antara panitia dan maba.. cukup hanya menegur dan mememberi hukuman ringan seperti push up, skot jump, jumping jack atau lari mengelilingi lapangan.. cukup itu saja tidak lebih.. dan kalau cuman itu saja, para curut – curut ini akan melakukan dengan sukarela sambil tertawa..

“huuuu.. hahahahahahaha..” sambutan dari para maba yang mengejek dan tertawa..

“TAPI..” ucapku dengan keras dan tertahan sambil menatap tajam kearah mereka yang ada didepanku.. dan mereka pun terkejut mendengar teriakanku dan perubahan mimic wajahku..

“mulai detik ini.. kalau sampai kalian melanggar aturan yang ditetapkan panitia ospek sekecil apapun.. maka aku sendiri yang akan memulai menyeret dan menghajar kalian satu persatu ditengah lapangan ini, sampai kalian akan mengerti dan paham, kalau disini adalah kampus teknik kita.. bukan ditempat hiburan malam, yang setelah membayar, kalian bisa berbuat semaunya.. tidak ada urusan dengan peraturan dari pihak rektorat.. saya tidak perduli dengan itu semua.. dan saya tidak perduli kalian itu siapa, asal kalian dari mana, orang tua kalian itu siapa atau dibelakang kalian itu siapa.. saya dan panitia keamanan, akan menyelesaikan kalian dengan hukum yang berlaku dikampus teknik kita ini.. dan saya menjamin.. tidak ada satupun orang yang akan berani mencampuri masalah ini kalau sampai kami mengambil tindakan.. camkan itu dikepala kalian mulai detik ini.. PAHAM…!!!” ucapku mengakhiri sambutanku sebagai koordinator keamanan ospek di pagi menjelang siang ini, yang ditutup dengan perkataan yang keras dan tegas..

Tidak ada yang menjawab.. aku lalu menatap tajam kearah mereka semua.. dan suasana dilapangan kali ini langsung hening seperti dikuburan.. panitia keamanan serta teman – temanku langsung tersenyum dengan bengisnya.. dan suasana hening ini berubah ketika ada seorang maba yang baru datang dengan santainya.. dia memakai sepatu kasogi berwarna hitam dan putih, bercelana levis biru yang sobek dilutut, kaos putih, almamater yang diletakkan di pundak kanannya dan dipegangnya menggunakan tangan kanan, rambut gondrong, anting – anting di telinga kanan dan kiri, dan terakhir.. sebatang rokok yang masih menyala ditangan kiri.. dia berjalan dengan santainya sambil tersenyum dan menyapa kami semua..

“halo teman – teman maba.. halo mas – mas panitia.. halo mas..” ucapnya dengan santai sambil tangan kirinya yang memegang rokok, melambai kesemua orang yang ada dilapangan termasuk aku yang berdiri diatas panggung..

“haloooo…. Hahahahahahaha..” jawab para mahasiswa baru didepanku dengan kompak lalu tertawa terbahak – bahak.. suasana yang hening tadi langsung berubah ramai dan meriah..

Assuuu.. kenapa sibangsat ini diperbolehkan masuk.. dia sudah terlambat, terus pakaiannya seenaknya.. terus lagaknya sok banget.. memang ga ada yang berani menghentikan manusia satu ini..? bajingan,…

Aku lalu turun dari panggung ini sambil menghisap rokokku yang tinggal sedikit.. dan aku berjalan dengan santai mendekati maba yang baru datang dan kurang ajar itu.. dan dia menatapku sambil tersenyum.. setelah didekatnya aku membuang puntung rokokku kearah tubuhnya sampai dia terkejut.. lalu..

BUUUHHHGGGGG…

Dia terlempar dan roboh kebelakang dengan mata yang melotot dan nafas yang sesak.. dan dia langsung terlentang dengan nafas yang tertahan.. dia roboh setelah aku mengarahkan sebuah injakan tepat didadanya dengan keras…

Suasana dilapangan yang tadinya ramai oleh tawa maba, sekarang langsung kembali sunyi seketika.. dan kali ini suasana jauh lebih hening dari tadi.. wajah – wajah para maba langsung pucat setelah mereka melihat salah satu temannya roboh dan terlentang ditengah lapangan..

aku lalu mendekati maba yang aku injak tadi dan aku langsung menginjak perutnya..

BUHHGGGG..

Dia sempat terduduk lalu terlentang lagi..

“kalau kamu mau jadi jagoan.. mending kamu pulang sebelum kupatahin lehermu disini..” ucapku sambil menatap matanya dengan tajam..

“ma.. ma.. mas…” ucapnya dengan terbata..

“siapa masmu disini..? disini yang ada panitia dan peserta ospek.. ga da yang lain.. jadi JAGA SIKAPMU.. PAHAM..!!!” ucapku pelan dan diakhiri dengan teriakan diwajahnya..

Dan diapun mengangguk pelan dan wajahnya langsung pucat seketika.. dan posisiku sekarang ini masih tetap menginjak perutnya..

“DAN UNTUK KALIAN SEMUA YANG BERDIRI..” ucapku berteriak sambil menunjuk dan menatap tajam kesemua maba..

“SAYA TIDAK PERNAH MAIN – MAIN DENGAN UCAPAN SAYA.. SAYA SUDAH MENGINGATKAN KALIAN SEMUA TADI.. TERNYATA PERINGATAN SAYA JUSTRU KALIAN ANGGAP MAIN – MAIN DAN KALIAN SEMUA MALAH TERTAWA.. BAJINGAN KALIAN.. UNTUK PANITIA KEAMANAN MASUK KELAPANGAN DAN BERI MEREKA HUKUMAN ALA KAMPUS TEKNIK KITA.. SEKARANG..!!!!” ucapku dan disambut dengan senyum yang mematikan dari para anggota keamanan yang sudah dicekoki minuman mulai kemarin sore itu..

Mereka lalu masuk kelapangan sambil berteriak.. ada yang berlari sambil mengarahkan tendangan dan pukulan.. dan ada pula yang berjalan santai lalu mengarahkan tendangan balik kepara maba..

“bangsatt..”

“bajingan..”

“assuu..”

“tai lassooo..”

“cukimaii..”

Makian para panitia keamanan dan diiringi tendangan dan pukulan..

BUHHGGG..

PAAAKKKK..

BUHHGGG..

PAAAKKKK..

BUHHGGG..

PAAAKKKK..

BUUMMMM..

Satu persatu maba berjatuhan dan tergeletak dilapangan.. terdengar suara kesakitan dan tangisan dari para maba dilapangan.. mereka meminta ampun dan merengek kepada anggota keamanan yang beringas menghajar mereka.. aroma minuman yang keluar dari mulut anggota keamanan menambah ciut nyali maba – maba itu..

“untuk kamu.. cepat berdiri atau kupatahin lehermu sekarang.. ” ucapku kepada maba yang aku injak perutnya ini.. aku lalu mengangkat kaki kananku dari perutnya.. dan diapun langsung berdiri sambil memegang perut dan dadanya bergantian.. aku lalu mendekatkan wajahku kewajahnya sambil menatap matanya yang tertunduk dihadapanku..

“angkat wajahmu dan lihat aku..” dia lalu mengangkat wajahnya dan menatapku dengan wajah yang pucat..

“kalau kamu masih mau kuliah disini.. kamu berdiri dibawah tiang bendera sana dan hormat bendera itu sampai aku suruh berhenti.. tapi kalau kamu ga terima dengan perlakuanku.. ada dua pilihanmu.. kamu pulang sekarang atau kamu duel sama aku dilapangan ini..” ucapku kepadanya..

“ngga.. ngga mas.. aku mau kuliah disini..” ucapnya dengan terbata – bata..

BUHHGGG..

“auugghhhh.. ahhhhhh…” ucapnya tertahan lalu menunduk sambil memegangi perutnya dan merintih kesakitan setelah aku meninju perutnya dengan keras..

“tegakkan badanmu lagi dan tatap mataku..” ucapku.. dan diapun menegakkan badannya.. kali ini wajahnya memerah akibat menahan sakit diperutnya..

“siapa masmu disini..” ucapku sambil kembali menatap matanya..

“ma.. ma.. maaf kanda..” ucapnya terbata..

“sekarang pakai almamater kampus teknik kita ini dengan rasa bangga.. setelah itu kamu pergi ketiang bendera sana.. sebelum kuhajar lagi kamu.. cepat..” perintahku kepadanya..

Dan diapun memakai almamater itu dengan cepat lalu berlari dengan sempoyongan kearah tiang bendera, lalu mendongakkan kepalanya keatas, menatap bendera diujung tiang lalu menghormat sesuai dengan perintahku..

Aku lalu berjalan kepanggung lagi dan mengambil mik dan berbicara lagi..

“kepada panitia keamanan.. untuk hukuman tolong dihentikan.. dan tolong setelah ini diperiksa kelengkapan para maba.. kalau ada yang tidak lengkap atau tidak sesuai dengan arahan panitia.. segera dipisahkan dari barisan dan beri hukuman sesuai kesalahan mereka.. waktu kita sisa lima belas menit lagi.. terimakasih..” ucapku.. lalu para panitia keamanan menghentikan ‘penyiksaan’ ke para maba dan mulai memeriksa satu persatu perlengkapan maba..

“untuk panitia bagian kesehatan.. tolong yang tergeletak segera diamankan..” ucapku lagi.. lalu aku turun dari panggung.. panitia bagian kesehatan lalu berhambur ketengah lapangan sambil membawa beberapa tandu dan menagngkat maba yang tergeletak.. lalu membawa merak kepinggir lapangan da nada juga yang dibawa keruang kesehatan untuk ditindak lanjuti..

Dan aku berjalan kearah mas pandu dan penghuni kos pondok merah yang sedang berdiri dan berkumpul dipinggir lapangan sambil mengawasi semua panitia dan maba..

“gila juga kau adinda..” ucap kakanda alan sambil tersenyum.. aku tidak menjawabnya hanya melihat dan mengangguk kepadanya..

“kenapa sicodet itu dibiarkan masuk kelapangan mas..?” ucapku ke mas pandu..

Iya.. codet.. maba yang baru datang dan yang baru kuhajar tadi itu ilham codet.. adik sepupuku.. dia masuk dikampus teknik kita dan mengambil jurusan mesin..

“kamu kayak ga tau sigila itu san.. dia itukan suka ngeluyur gitu aja kalau datang..” ucap mas pandu lalu menghisap rokoknya..

“ya masa segitu banyaknya panitia keamanan ga ada yang berani nyetop dia mas..?” tanyaku lagi..

“siapa panitia keamanan yang berani nyetop dia san.. kalau belum apa – apa dia masuk pagar kampus sambil memperkenalkan dirinya..” ucap mas adam menyahut..

“emang kenapa kalau dia memperkenalkan diri mas..? hubungannya apa kok sampai ga ada yang berani nyetopin dia..” kali ini aku bertanya ke mas adam..

“kamu tau cara dia memperkenalkan diri..?” kata mas arief.. dan aku cuman diam saja sambil menghisap rokokku..

“dia bilang gini san kepanitia keamanan didepan sana.. halloo mas panitia.. ojo kereng – kereng mas..(jangan jahat jahat mas..) senyum dikitlah.. nanti cepat tua loh sampean.. oh iya namaku ilham.. aku adeknya mas sandi purnama irawan.. aku juga keponakan lek pandu.. hehehehehe.. terus habis itu dia cuek masuk ke kampus.. siapa coba yang berani nyetopin kalau gitu..?” ucap mas akbar..

“assuuu ilham itu.. bajingan memang dia..” ucapku.. dan yang lain cuman tertawa aja melihat reaksiku seperti itu..

“terus kenapa sampean disini ga ada yang nyetopin dia..” ucapku

“dia itu gila san.. cuman kamu aja yang bisa ngendalikan bajingan itu..” ucap mas pandu..

“cuuukkk.. kan sampean bisa juga kasih dia pelajaran mas..”

“ga seru kalau aku yang kasih pelajaran.. kalau kamu yang kasih pelajaran kan bagus.. biar dia jadi contoh sama maba yang lain..” ucap mas pandu lagi dengan santainya..

“yo weslah.. aku mau keatas dulu.. kutunggu kamu diatas san..” kata mas pandu lalu berbalik dan berjalan ke markas keamanan dan diikuti teman –teman kos yang lain.. dan ada juga mas rendi disitu.. dia sempat melihatku sebentar lalu berbalik tanpa berkata apa – apa dan tidak memperlihatkan ekspresi apapun.. cuman ekspresi datar dari wajahnya.. cuukkk.. kenapa ya mas rendi..? apa dia marah sama aku..? semenjak acara kejutan ultah mba mery, mas rendi seolah mendiamkan aku dan selalu mengindari aku.. dan waktu mengusulkan aku menjadi koordinator keamanan pun, dia tidak mengajakku berbicara sama sekali.. assuuu.. jadi serba salah aku kalau gini..

Aku lalu fokus kelapangan lagi.. dan kulihat semua keamanan masih sibuk dengan pemeriksaan pada maba.. aku lalu naik lagi kepanggung..

“oke.. buat teman – teman keamanan.. waktu telah habis.. silahkan keluar dari lapangan.. dan bawa maba yang bermasalah ke ruang keamanan..”

“dan untuk kalian para maba.. saya tegaskan sekali lagi.. dan saya tidak akan mengulangi perkataan saya ini.. ikuti semua peraturan yang ditetapkan oleh panitia.. jangan ada yang berani melanggar atau kalian tahu sendiri akibatnya.. dan ingat.. setiap gerak – gerik kalian selama kegiatan ospek dikampus ini, tidak akan luput dari pengawasan kami.. cukup sekian dari saya.. acara saya kembalikan ke yunda lia dan yunda ayu.. selamat malam..” ucapku lalu turun dari panggung..

Aku lalu mendekati ilham yang masih menghormat pada bendera.. tubuhnya mulai basah oleh keringat.. dan wajahnya memerah karena terkena sinar matahari..

“kamu dengar ya.. pikir baik – baik tingkahmu selama masuk tadi kesini.. baik ga menururtmu itu..?” ucapku sambil menatapnya dengan tajam.. ilham hanya diam saja dan tidak berani menjawab omonganku..

“kepada siapapun panitia.. jangan ada yang menyuruh maba ini istirahat.. atau kalian akan berurusan dengan saya..” ucapku menunjuk ilham sambil menatap panitia yang ada disekitarku.. setelah itu aku meninggalkan lapangan dan berjalan menuju ke markas keamanan..

“delpiero…” panggil pak tomo yang melihatku berjalan kearah luar lapangan..

“ya pak..? bapak panggil saya..?” tanyaku..

“ya iyalah.. masa anting – antingmu yang kupanggil.. ga sopan kamu ini..” ucapnya lalu menghisap rokoknya..

Aku lalu berjalan mendekati pak tomo yang kali ini bertugas sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan ospek dari pihak rektorat..

“ya pak..?” ucapku setelah berdiri dihadapannya..

“ingat kesepakatan kita ya.. boleh ada kekerasan tapi ada batasnya.. jangan sampai kelewatan.. atau aku yang menghajar kamu sama anggotamu sekalian..” ucap pak tomo dengan dinginnya..

“iya pak.. saya akan melaksanakan sesuai dengan kesepakatan kita..” ucapku.. setelah itu dia pergi sambil menghisap rokoknya..

Aku lalu membakar rokokku dan berjalan menuju markas keamanan digedung kuliah jurusan teknik industry lantai tiga..

Didalam ruang keamanan sudah banyak sekali maba yang bermasalah berbaris didepan ruangan.. bermacam kesalahan dari mereka yang tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan, mulai dari celana yang mereka pakai, baju, sepatu yang bermodel dan berwarna macam – macam.. rambut mereka pun rata – rata gondrong dan berbagai warna.. dan didepan sana juga banyak panitia keamanan yang menghukum maba dengan berbagai macam gaya.. suasana didalam ruangan ini juga terdengar ramai sekali oleh teriakan para anggota keamanan, yang membuat siapapun orang pasti merinding mendengarnya.. belum lagi ada pukulan dan tendangan yang menyelingi teriakan mereka..

Aku lalu berjalan kebagian belakang tempat para anggota kos pondok merah berkumpul dan sedang melakukan pesta minuman.. aku lalu mengambil gunting dikantong belakangku..

“satria.. nih..” ucapku pada satria yang lagi bergabung dengan senior – senior yang lagi berpesta miras..

“opo iki nyo..?” (apa ini nyo..) ucap satria memandangku dengan heran..

“tugasmu menggunduli maba yang rambutnya gondrong..” ucapku santai..

“assuuu.. kamu pengen aku diajak duel sama maba yang kugundul rambutnya..?” kata satria dengan kebingungan..

“iya itu urusanmu.. yang jelas gunduli mereka semua..” ucapku santai dan bergabung dengan bung toni dan yang lain..

“wah.. cari penyakit ini namanya..” ucap satria sambil geleng – geleng..

“kamu ga mau atau gimana..?” tanyaku..

“bukannya ga mau aku nyo.. tapi aku bingung.. aku ga tega kalau harus menggunduli rambut mereka.. lagian entar kalau mereka ga terima gimana? bisa ribut aku sama mereka.. padahal kan aku terpaksa aja melakukan itu..” ucap satria lalu menghisap rokoknya yang sisa sedikit lalu membuangnya..

“aku pernah diposisimu.. waktu aku nggunduli rambutmu sama teman – temanmu.. dan aku juga dipaksa kakanda alan.. dan kamu taukan hasilnya..? kamu ngajak aku duel toh.. jadi sekarang selamat bertugas.. dah pergi sana.. jangan lama – lama atau mau rambutmu kugundul lagi..?” ucapku dan disambut tawa oleh teman – temanku..

“assuuu.. wani gelut tok aku lek awakmu nggunduli aku maneh.. bajingan..” (anjing.. berani berkelahi aku kalau kamu nggunduli aku lagi.. bajingan..) ucap satria lalu berdiri dan berjalan kepojok ruangan.. dia lalu mengambil sebuah kursi dan melemparkannya ketengah ruangan..

BRUUAAAKKKK…

Seketika itu juga ruangan yang tadinya ramai oleh teriakan panitia keamanan langsung sunyi senyap.. dan maba pun terlihat makin ketakutan..

Dia lalu mengambil kursi yang dilemparkannya tadi dan duduk ditengah ruangan.. dan dengan santainya dia mengambil rokoknya lalu membakarnya dan mengisapnya perlahan.. setelah itu..

“dengarin ya.. buat kalian semua yang ada didepan.. dalam hitungan kelima kalian semua harus sudah jongkok didepan saya.. atau kubuat rambut yang ada dikepalamu, diwajahmu sama diselangkanganmu habis ga bersisa.. bukan pakai gunting tapi pakai korek… oke..” ucap surya dengan santainya ambil merokok

“satu.. dua.. tiga..” satria mulai menghitung dan seketika itu juga semua maba yang ada didepan ruangan berlari dan jongkok didepan satria.. assuuu.. ampuh sekali ancamannya.. bajingan.. dan teman – temanku kos pondok merah yang melihat itu langsung tertawa cekikikan.. setelah itu mereka melanjutkan lagi pesta minumannya..

“san giliranmu ini..” ucap bung toni sambil menyerahkan setengah gelas TM kepadaku.. cuukkk.. tumben dikasih setengah, baik banget bung toni sama aku hari ini.. aku lalu mengambil minuman itu dan meminumnya lalu aku serahkan kembali ke bung toni.. dan bung toni menuangkan lagi minuman itu dan diserahkan kepada yang lain.. assuu.. ada apa ini dengan bung toni..? kok aku ga dikasih lagi.. padahal kan aku sudah telat berapa putaran tadi..

“gimana san..? aman aja..?” tanya ams pandu..

“sejauh ini aman aja mas.. maba juga kelihatannya sudah mulai menurut..” ucapku lalu membakar rokok putihan ditanganku..

“baguslah.. kamu konsen aja sama maba dan anggota keamanan yang resmi.. kalau urusan senior dan panitia bayangan biar jadi bagianku sama rendi..” ucap mas pandu lalu meraih gelas pemberian dari bung toni dan meminumnya..

“iya mas..terimakasih ya..” ucapku..

“san.. gimana ilham.. sudah berapa jam dia berdiri di dekat tiang bendera..? ga kamu suruh istirahat kah..?” tanya mas arief..

“baru juga dua jam mas.. biarkan aja dia..” ucapku dengan santainya..

“kamu ga kasihankah san..? panas banget loh diluar.. nanti kalau dia pingsan gimana..?” tanya mas adam..

“masa gitu aja pingsan dia mas..? dia itu cuman berdiri sambil hormat ke bendera loh.. ga malu dia sama anak sma yang dihukum sama kepala sekolahnya, anak sma itu seharian dihukum berdiri panas – panas sambil manggul meja dikepalanya.. apa ga ngeri..?” ucapku lalu menghisap rokokku..

“jangan kamu samakan dia sama anak sma itu lah san.. anak itu fisiknya kuat.. lah kalau ilham..? dia biasa nongkrong diterminal sambil mabuk..” ucap mas pandu menyahut..

“itulah kenapa aku suruh dia berdiri dilapangan sambil hormat bendera mas.. biar dia itu sadar, kalau disini itu kampus yang ada aturannya.. bukan diterminal yang bisa dia buat seenaknya mas..” ucapku sambil mengambil jatah minumanku lagi dari bung toni lalu meminumnya.. dan akhirnya teman – temanku hanya menggelengkan kepala..

Setelah itu tidak ada lagi pertanyaan dari teman –temanku tentang sepupuku yang gila itu.. aku lalu berdiri dan pamit untuk kelapangan lagi.. anggota power ranger yang ada diruangan keamanan pun mengikuti aku kelapangan.. dan sebelum keluar, aku menyapa satria yang sibuk menggunduli maba.. tepatnya sih bukan menggunduli, tapi mempetali rambut para maba..

“sat.. selesai ini susul aku kelapangan.. masih banyak maba yang gondrong disana..” ucapku.. satria pun tidak menjawab, dia hanya melirikku.. dan kalau ku artikan lirikannya itu kira – kira dia berbicara begini.. “ assuuu.. seneng kamu kalau aku banyak musuhku.. bajingan..”

Aku lalu keluar ruangan dan menuju lapangan bersama aldo, surya dan yuda..

“mabanya cantik – cantik yo sur..” ucap yuda ke surya..

“iyo cok.. semelohai lagi.. hahahaha..” jawab surya sambil tertawa..

“cantik itu relatif cookkk.. yang penting itu perempuan.. cantik kalau laki – laki bisa disetrum kunammu..(manukmu / kontolmu) cookkk..” sahut aldo.

“assuu.. njijik’i koen..” (anjing.. jijik betul kamu..)” jawab surya..

“kita kan niatnya cari perempuan buat pacar.. bukan cari batangan.. emang kita mau main patil lele..? bajingan kamu do..” sahut yuda..

“kalau kalian niatnya menjadi panitia keamanan buat untuk cari pacar.. ku sodok bijimu nanti..” ucapku dengan santainya..

“assssuuuu.. kamu kira bijiku ini bola bilyard..?” ucap surya dan yuda barengan dan dengan refleknya mereka langsung menutup selangkangan mereka berdua..

“kenapa kalian berdua..” ucap aldo

“ngilu cokk.. bajingan..” kata surya sambil memaki aldo..

“iya.. memang nggateli kok sandi ini..” kata yuda sambil menunjukku..

“makanya jangan jomblo.. ben ga pecicilan ae motomu iku cookk.. (biar ga jelalatan aja matamu itu cokkk..)” ucap aldo..

“ngoco’o cookk.. ngoco’o..” (ngaca cookkk.. ngaca..) kata surya ke aldo

“sori ya.. kalau aku bukannya jomblo tapi bersolo karier..” kata aldo dengan santainya ke surya..

“iya makanya kamu suka coli..” kata surya dengan cueknya..

“bajinggaann kau.. hehehe..” kata aldo sambil tertawa..

“sudahlah terima aja nasib kita.. kita itu memang jomblo..” kata yuda sambil melirikku..

“kalau kalian jomblo itu bukan karena nasib, tapi karena kutukan..” ucapku menengahi pembicaraan mereka..

“matamu cok…” sahut mereka bertiga barengan..

“hahahahahaha..” kami berempatpun tertawa..

Dan ketika kami melewati aula utama.. kami melihat maba sudah ada dalam ruangan aula dan sedang menerima materi.. dan ada ayu diluar aula.. begitu melihat aku berjalan kearah aula utama.. ayu lalu mendatangi aku.. dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan diserahkan keaku.. sebuah teh kotak…

“ini mas..” ucap ayu dengan lembut dan senyum manisnya..

“makasih ya de..” ucapku lalu membuka bungkus sedotannya dan menusukannya kekotak.. lalu aku meminumnya perlahan.. hiuuffttt huuuuuu.. segar sekali rasanya..

“mas.. sudah makankah..?” tanya ayu..

“ntar aja de.. kamu sudah makan kah..?” tanyaku..

“ntar lagi.. nunggu mba lia lagi kekamar mandi..” kata ayu.. dan aku hanya mengangguk lalu menghisap rokokku..

“mas.. jangan terlalu banyak minum ya..” ucap ayu lagi..

“hem…” ucapku singkat lalu mengeluarkan asap rokokku..

“ham.. hem aja kalau dikasih tau, ini loh masih hari pertama mas.. masih banyak lagi kegiatan sampai hari keempat.. kalau sampean ga jaga kondisi.. bisa ambruk sampean nanti..” kata ayu dengan dinginnya dan tanpa senyum manis dibibirnya.. dan aku tidak menjawabnya.. aku hanya kembali menarik dalam – dalam rokokku yang di bibirku..

“yu.. bisa ga kamu ngomelnya kalau lagi berdua aja sama bajingan satu ini.. kamu ga kasihan sama kami yang jomblo kah..?” kata surya mengalihkan pembicaraan..

“jomblo itu ga perlu dikasihani mas.. yang diperlukan jomblo itu pacar.. makanya cari pacar sana..” kata ayu mengomel ke surya..

“cokk.. sadis betul kata – katamu yu.. memang aku ini salah terus kah dimatamu..?? oke.. mulai besok aku akan pindah dari matamu ke hatimu, biar aku ga salah terus dihadapanmu..” kata surya dengan melasnya..

“wiihhh.. emang sampean ga mandang cowokku yang ada disamping sampean itukah mas..” kata ayu ke surya sambil melirikku..

“aku sih cuek aja.. dan untuk kamu, jangan menghina kaum jomblo yu.. atau aku rusak hubungan kalian berdua..” ucap surya dengan angkuhnya..

“percuma ngomong sama kaum jomblo de.. pasti omongannya serem – serem aja yang keluar dari mulutnya..” ucapku lalu menghabiskan teh kotak yang kupegang..

“kok bisa gitu mas..?” tanya ayu bingung..

“gimana ga serem.. hatinya kan lama kosong.. apa ga dihuni sama mahluk gaib aja itu didalamnya..” ucapku dengan cueknya.. lalu aku membuang teh kotakku yang telah habis di kotak sampah didekatku..

“assuuu.. kamu kira hatiku ini rumah tua yang kosong san..?” kata surya

“mungkin maksudnya sandi itu bukan rumah tua sur.. tapi petilasan jaman kerajaan..” kata yuda..

“jiammmpuutt..” ucap surya sambil menggerutu..

“cuukk.. petilasan jaman kerajaan..? bajingan.. belum lahir itu kita.. berarti surya ini sudah ditakdirkan jomblo sebelum lahir ya..?” kata aldo..

“jianggkreekkk..” lagi – lagi surya memaki..

“kayaknya perlu diobatin kamu sur..” kata yuda..

“guuaatelll..” dan surya terus memaki

“obatnya rindu itu ketemu, obatnya jatuh cinta ya pacaran, nah kalau obatnya jomblo itu ya sabar.. soalnya dia ga bisa rindu sama jatuh cinta..” kata lia yang baru datang dan bergabung dengan kami..

“cuukkk.. aku itu jomblo sengaja ya’.. biar suatu saat nanti kamu yang ngisi hatiku yang kosong ini..” kata surya dengan pede nya..

“apa…? Siapa yang mau tinggal di petilasan jaman kerajaan sur..? serem tau..? iiiiii..” kata lia sambil berkidik..

“kurang ajar.. ternyata kamu lebih parah dari bajingan – bajingan ini ya’..” kata surya memelas..

“jangan marah – marah sur.. atau mau aku kasih sarankah..?” kata lia mendekati surya..

“apa saranmu ya’..? pasti baikkan buat aku..?” tanya surya dengan penuh harap..

“iya pasti baik lah.. masa aku mau jerumuskan sahabatku sendiri..” ucap lia dengan seriusnya..

“assyyyiikkk.. apa itu saranmu.. apa ya’..?” tanya surya..

“kalau ada yang tanya kamu jomblo apa ga..? mending kamu pura – pura mati aja sur..” kata lia dengan sadisnya..

“bajingannnn…cukup ya’.. cukup.. assuuuuu..” kata surya dengan jengkelnya..

“hahahahahahahaha…” dan kami pun tertawa mendengar saran dari lia yang sadis pake banget ini.. dan kami juga tertawa melihat ekspresi surya yang bener – benar terpuruk kali ini..

“sudah ketawanya..? kamu suruh aku motongin rambutnya berandalan – berandalan itu diruang keamanan, kamu malah ketawa – ketawa disini nyo.. assuuu..” ucap satria yang baru datang dan langsung mengomel..

“istirahat lima menit aja aku sat.. refreshing otak dulu.. dari beberapa hari yang lalu persiapan ospek, sampai pelaksanaannya hari ini.. terus menghadapi maba yang kurang ajar itu, tegang tok isinya kepalaku ini.. dari pada aku bantai mereka semua.. mending aku istirahatkan otakku sebentar..” ucapku lalu kuhisap rokokku..

Satria pun terdiam.. teman – teman yang lain pun tidak menyahut termasuk lia dan ayu..

Memang sih jadi koordinator keamanan ini luar biasa pusingnya.. sebelum kegiatan ospek berlangsung aja, kami sudah disibukkan dengan koordinasi ke pihak rektorat dan pihat – pihak yang terkait diluar sana.. setelah itu pemilihan bajingan – bajingan yang pantas menjadi anggota keamanan.. karena kita ga mungkin milih orang yang sembarangan, yang cuman bisa asal marah dan asal pukul.. semua panitia keamanan yang boleh memukul adalah orang – orang yang mempunyai teknik dalam memukul.. dan dia harus tau bagian tubuh yang mana yang boleh dipukul dan yang tidak boleh dipukul.. karena taruhannya nyawa ini cuukkk, nyawa.. kalau sampai maba ada yang lewat atau ko’id, apa ga selesai petualanganku dikampus teknik tercinta ini.. dan setelah semua anggota terpilih, kami harus sering berkoordinasi dan saling komunikasi sesama panitia keamanan dan panitia dari bidang lain.. banyak sekali persiapan yang harus disiapkan dan itu semua menguras tenaga dan pikiran.. dan ternyata, ospek itu bukan sekedar marah terus mukul habis itu selesai..

Awalnya sih aku mengira jadi koordinator itu mudah.. asal perintah sana sini selesai perkara.. tapi setelah aku menjalani, luar biasa diluar perkiraan semua.. dan yang paling mengerikan dari koordinator itu, tanggung jawab terhadap anggota, panitia lain dan maba tentunya.. jadi kalau ada apa – apa terhadap maba atau panitia, selesai sudah..

Dan pada saat hari pelaksanaan seperti saat ini.. kesibukanku bertambah banyak.. jadi kesempatan bercanda untuk sekedar melepaskan penat seperti saat ini memang aku butuhkan.. tapi ga boleh lama – lama.. aku harus keliling lagi dan memastikan semua berjalan baik dan lancar.. aku ga mau hanya sekedar menerima laporan lewat HT yang berbunyi dari para anggotaku dan panitia lain..

“ayo kita kelapangan..” ucapku kepada satria dan anggota power ranger minus lia..

“mas ingat ya..” ucap ayu mengingatkan aku sekali lagi.. dan aku hanya mengangguk dan langsung meninggalkan aula utama ini menuju lapangan..

Dilapangan sendiri hanya terlihat beberapa panitia yang mempersiapkan untuk kegiatan maba selanjutnya.. dan dibawah tiang bendera, ilham masih berdiri dengan tegak sambil menghormat bendera..

Aku lalu mendekati supupuku ini.. kulihat wajahnya makin memerah dan tubuhnya juga basah oleh keringat akibat sengatan matahari yang panas sekali disiang ini..

“turunkan tanganmu.. sekarang ikut aku kedepan perpustakaan..” ucapku.. dan ilhampun langsung menurunkan tangannya.. wajahnya langsung terlihat lega.. dan setelah itu dia mengikuti aku kedepan perpustakaan..

Kami pun duduk bersama dikursi beton.. satria lalu memberi sebotol air mineral ke ilham..

“kamu minum dulu ham..” kata satria..

“ngombe tok.. rokokke..?” (minum aja.. rokoknya..?) ucap ilham dengan wajah yang masih penuh keringat.. dan aku langsung menatapnya..

“lek rokok njaluk’o nang masmu cok..” (kalau rokok minta sama mas mu cok..) ucap satria dengan entengnya sambil melirikku..

“assuuu.. podo ae pak pok cok..” (anjing.. sama aja bohong cok..) ucap ilham bergumam sambil melirikku lalu menunduk.. setelah itu dia meminum air mineral pemberian dari satria tadi..

“kamu ngomong apa..?” ucapku sambil memainkan kedua alisku..

“hukk.. hukk.. main – main mas..” ucap ilham yang tersedak dan gugup..

“apa..?” ucapku lagi sambil mendekatkan telingaku..

“anu.. bercanda aja kanda..” ucap ilham lalu menunduk..

“kamu kesini itu niatnya kuliah ham.. bukan mau jadi preman.. kalau kamu macam – macam.. aku sendiri yang kirim kamu kembali keterminal..” ucapku sambil menatap matanya..

“iya kanda..” ilham menjawab sambil mengangguk.. lalu dia membersihkan wajahnya dari keringat..

“sat.. cukur rambutnya ilham sampai gundul..” ucapku ke satria.. ilham pun langsung terkejut..

“cookkk.. kenapa ga kamu aja..?” ucap satria..

“kamu mau cukur rambut ilham atau aku yang cukur rambutmu..?” ancamku..

“assuuu… itu aja ancamanmu nyo.. nyo..” ucap satria lalu berdiri.. yuda, aldo dan surya menahan tawa mereka..

“kamu tega sama aku sat..?” tanya ilham dengan wajah melasnya..

“tega – tegaan ham.. dari pada aku yang digundul sama masmu yang gila ini..” kata satria lalu coba memegang rambut ilham..

“assuu.. katanya kita saudara sehidup semati.. kok kamu tega sih..?” ucap ilham dengan tetap menampakkan wajah melasnya dan menghindari pegangan satria dirambutnya.. satria diam dan tidak menjawab omongan ilham.. dia terus mencoba memegang rambut ilham..

“sabar cok.. sabar.. kamu ga ingat waktu pendidikan didalam sel ta? kita sekamar bareng cookkk..” kata ilham terus menghindari dari pegangan satria.. satria tetap cuek dan coba meraih rambut ilham lagi.. tapi ilham terus menggoyangkan kepalanya..

“cokk.. ga eleng ta, waktu awakmu masuk angina, aku seng ngeroki loh..” (cokk.. kamu ga ingat kah.. waktu kamu masuk angin aku yang kerokin loh..) kata ilham lagi.. dan lagi – lagi satria tidak menjawabnya..

“Koen ga eleng pisan ta.. pas awakmu digerayangi karina bengi iku nde sel.. aku seng nolongi awakmu cookk..” (kamu ga ingat juga waktu kamu digerayangi sama karina malam itu disel.. aku yang nolongin kamu cookk..)” kata ilham sambil terus memaju mundurkan kepalanya..

“sopo karina iku ham..?” tanya aldo

“laki jadi – jadian..” jawab ilham dengan polosnya sambil tersenyum..

“hahahahah..” teman – temanku lalu tertawa lebar mendengar jawaban ilham..

“assuu.. gimana adekmu ini nyo.. dia ngoceh aja terus..” kata satria jengkel sambil menatapku..

“kamu mau aku yang gunduli kah ham..? kalau sampai aku yang gunduli kamu.. rambut, alis sama bulu matamu kuhabisin semua.. mau..?” kataku ke ilham..

Dan akhirnya ilham pun pasrah ketika rambutnya dihabisin oleh satria..

“tego koen cookk.. tego.. assuuu..” (tega kamu cookk.. tega.. anjing..) kata ilham mendumel..

Satria tetap cuek aja sambil terus menggunduli rambut ilham..

“sudah.. nanti kamu rapikan ditukang cukur ya..?” kata satria dengan entengnya..

Ilhampun berdiri dan berkaca dijendela perpustakaan..

“assuu koen sat.. rambutku kok petal ngene.. bajingan..” (anjing kamu sat.. Rambutku kamu petal begini.. bajingan..) kata ilham sambil meraba hasil petalan satria..

“aku bukan tukang cukur cookkk.. aku cuman bisa motong ga bisa rapihin..” jawab satria sambil membakar rokoknya..

“assuu ancene kok..” kata ilham sambil terus mengelus rambutnya yang petal – petal ga berbentuk…

“kamu ngomel sekali lagi.. kusuruh merayap keliling lapangan loh ham..” ucapku..

“ngga kanda.. ngga..” kata ilham ketakutan lalu duduk kembali..

Ga lama kemudian.. semua maba terlihat keluar dari aula dan berjalan kearah lapangan..

“ham.. kamu gabung sana sama kelompokmu..” ucapku ke ilham..

“iya kanda..” kata ilham lalu berdiri dan berjalan meninggalkan kami..

“hahahahahaha..” yuda, aldo dan surya langsung tertawa..

“kenapa kamu ketawa cookk..” kata satria sambil melirik mereka bertiga..

“ngga pa – pa.. emang ga boleh kami tertawa..” kata surya dengan muka lugunya..

“assuuu.. kukira kamu mau ngolok aku..” kata satria lalu menghisap rokoknya..

“eh sat.. kamu ga jadian sama karina kan waktu didalam sel..?” tanya yuda dengan wajah yang menggatelkan..

“bajingan.. sudah kuduga kalau kalian mau ngolok aku.. assuuu..” ucap satria mengomel..

“hahahahahaha..” dan kami pun tertawa melihat ekspresi satria yang malu akibat skandalnya dalam sel dibuka oleh ilham..

“sat.. karina itu semelohai ga..?” tanya surya yang ga mau ketinggalan mengejek mengejek satria..

“assuuu..” omel satria..

“karina itu jomblo ga sat..? kalau jomblo kasih kenal ke surya aja.. dia itu bebas aja.. mau perempuan atau laki – laki.. yang penting ada lubangnya..” kata aldo

“assuuu.. kok malah lari ke aku.. bajingan kamu do..” kata surya mengomel..

“setauku sih masih jomblo.. dan karina itu senang sama type laki – laki kayak surya gini.. lagi mekar – mekarnya kalau karina bilang itu..” kata satria sambil tersenyum akibat bullyannya berpindah kesurya..

“bajingan kalian ini.. malah aku lagi yang jadi sasaran.. assuu.. assuu..” kata surya sambil menghisap rokoknya..

“hahahahaha..” kami pun tertawa bareng..

“ayo kelapangan yo.. mabanya sudah pada kumpul..” ucapku keteman – teman..

“yo..” ucap teman – teman ku berbarengan..

Kami pun berjalan kelapangan.. dan siang menjelang sore ini kembali waktunya kami panitia keamanan memberi shock terapy kepada para maba.. mereka kami hajar lagi sampai mereka bener – bener menurut pada kami dan tunduk kepada kami.. tidak lupa juga aku menyuruh satria untuk melanjutkan tugasnya menggunduli mahasiswa baru yang berambut gondrong..

Setelah itu kembali maba dibawa ke aula untuk mengikuti kegiatan selanjutnya didalam aula.. dan tepat jam enam sore maba dibubarkan.. dan kami para panitia berkumpul untuk mengevaluasi kegiatan seharian tadi..

Malam harinya kami panitia keamanan berkumpul dimarkas keamanan untuk berpesta minuman.. kami juga kedatangan tamu para senior yang tidak tergabung panitia dan para alumni yang ingin mengenang masa mereka dulu waktu kuliah.. dan untuk senior serta para alumni, tugas mas pandu dan mas rendi untuk menghandlenya.. dan ditengah – tengah acara pesta, aku ditarik oleh mas pandu dan diajak ngobrol berdua diruang sebelah..

“gimana san..?” tanya mas pandu

“gimana apanya mas..?” ucapku sambil menghisap rokok..

“aku, adam dan arief wisuda dua bulan lagi san.. dan itu berarti aku melepas semua atributku sebagai mahasiswa.. termasuk kelangsungan kehidupan bawah tanah kampus yang keras ini.. dan ini menjadi tanggung jawabmu bersama rendi serta yang lain..” ucap mas pandu sambil mengeluarkan dua botol gepeng mansion dari kantongnya, dan dibagi ke aku satu botolnya..

“aku ga tertarik untuk terlibat itu semua mas..” ucapku sambil membuka botol mansion gepeng ini dan meminumnya..

“tertarik atau tidak, kamu pasti terlibat san.. kamu boleh tidak terlibat dengan bisnis keluarga kita.. tapi tidak dengan urusan kampus.. kamu hidup dilingkungan ini sehari – harinya.. dan ingat, kedamaian kampus ini tergantung dari kos pondok merah.. kalau kos pondok merah sudah tidak terlibat lagi.. maka dipastikan dikampus ini akan terjadi perebutan kekuasaan dari bajingan – bajingan tiap jurusan.. mereka akan mengeluarkan kemampuan mereka untuk dipandang sebagai yang terkuat dikampus ini..” ucap mas pandu lalu meminum mansionnya.. setelah itu membakar rokoknya dan mengisapnya perlahan..

“aku mau fokus kuliah mas.. ga mikirin masalah itu.. IP ku kalau dirata – rata setiap semesternya dibawah dua.. ngenes aku lihatnya.. malu aku sama ayah dan ibu..” ucapku sambil mengisap rokokku..

“kamu boleh focus kuliah.. tapi jangan berlagak cuek.. kamu ga kasian mereka yang niatnya kuliah disini ta..? mereka pasti ga tenang kuliah kalau sampai sering terjadi keributan dikampus ini..” kata mas pandu..

“mas.. jaman sudah berubah.. sekarang ini orang sudah mulai bisa berpikir kedepan.. bukan jamannya lagi kita tawuran terus – terusan..” ucapku..

“aku tau itu san.. dan memang sekarang beda dengan jamanku dulu yang masih menyukai tawuran dan membanggakan diri dengan kekuatan yang dimiliki.. tapi yang perlu kamu ingat.. kita ini kampus teknik dengan mayoritas laki – laki didalamnya.. gengsi jurusan pasti masih ada diantara mereka.. belum lagi dari kampus lain yang terus melirik kedigdayaan kampus kita.. dan kamu harus tau, kenapa orang – orang ingin menguasai kampus ini..?” ucap mas pandu lalu melanjutkan menikmati mansion digenggaman tangannya..

“kenapa mas..?” tanyaku

“karena dengan menguasai kampus ini.. otomatis dia akan menjadi salah satu bajingan yang disegani dikota ini.. dan dengan itu semua, orang itu akan mudah melakukan segala bisinis legal atau pun illegal yang ada dikota ini..” ucap mas pandu dengan serius..

“hiuuuffttt.. gitu ya.. aku ga tau mas.. yang jelas aku ga mau cari masalah lagi.. aku mau tenang kuliah.. itu aja..” jawabku sambil menghisap rokokku lalu membuang asapnya keatas..

“yang suruh kamu cari masalah siapa..? kamu serta yang lain itu cukup mengawasi kehidupan bawah tanah kampus kita.. kalau mereka sudah keluar jalur baru kalian bertindak.. itu aja..” kata mas pandu meyakinkanku..

“aku ga janji mas.. terus terang aku sudah bosan mas.. makan, tidur, mabuk, berkelahi terus ngentu (ngentot).. yang sekarang kupikirin, gimana caranya aku memperbaiki nilaiku semester – semester kemarin, dan lulus secepatnya.. itu aja mas..” ucapku lalu meneguk lagi mansion gepeng ditanganku..

“bajingan kamu san.. kata – katamu yang awal itu nggatelli.. tapi.. terserah kamu wes.. kamu tetap dipondok merah kan..?” tanya mas pandu..

“kalau itu pasti mas.. aku disana terus sampai toga nempel dikepalaku..” ucapku..

“assuuu.. kamu ngebet betul ya mau lulus..?” tanya mas pandu..

“pasti mas.. targetku paling lama lima atau enam tahun..” jawabku tegas..

“cookkk.. kamu nyindir aku yang kuliah sampai sepuluh tahun..?” ucap mas pandu..

“ga nyindir mas.. cuman kalau sampean ngerasa ya maaf.. hehehehehe..” ucapku lalu meminum lagi mansion ini..

“bajingan kamu san.. hehehe..” ucap mas pandu sambil tersenyum..

“aku salut sama kamu san.. kamu sama seperti ayahmu.. rela melepaskan dunia yang membesarkan nama kalian..”

“tapi aku mohon sama kamu.. sebelum kamu lulus, tolong jangan tinggalkan ini semua.. dan sebelum kamu mendapatkan penggantimu jangan pernah melepas semua ini..”

“kenapa harus begitu mas..? aku itu siapa..? dan kenapa harus aku..?”

“karena kamu anak irawan jati.. dan kamu sudah terlanjur masuk dalam pusaran itu.. mas irawan pun melakukan hal itu sebelum dia bener – bener meninggalkan pulau ini pada saat itu..” ucap mas pandu dengan serius..

“assuuu.. ternyata ga semudah yang aku pikirin selama ini ya mas.. karena yang aku pikir selama ini ada mas rendi dan yang lain.. jadi aku bisa ninggalin gitu aja.. ternyata.. asssudahlah..” ucapku..

“itulah pondok merah san.. orang mengiranya hanya sekumpulan berandalan yang mengusai bajingan – bajingan yang ada disini.. tapi ga sesimple itu.. pondok merah adalah ruh dari kampus ini.. jadi jangan sampai ruh itu hilang, atau semua hanya akan menunggu kehancurannya saja.. semua bajingan didalam satu jurusan akan berlomba menjadi pemimpin dan setelah itu masing masing jurusan akan menunjukan kekuatannya.. dan pasti itu akan menimbulkan keributan setiap harinya dikampus atau diluar.. belum lagi peredaran narkoba pasti akan menggila.. imbasnya kampus tidak nyaman lagi untuk berkuliah..” ucap mas pandu lalu menghisap rokoknya dalam – dalam..

“cuukkk.. sampean mau wisuda malah bikin kepalaku cenut – cenut mas..” ucapku lalu membuang puntung rokokku dan mengambil sebatang rokok yang baru lalu membakarnya..

“itulah indahnya kuliah disini san.. karena disini ga cuman masalah kuliah, belajar, ngerjain tugas dan lulus.. tapi lebih dari itu.. itulah kenapa aku sampai terbuai dan lulus sangat terlambat..”

“dan ilmu yang kudapatpun bukan hanya dari bangku kuliah.. banyak ilmu yang kudapat dari kehidupan dunia bawah tanah kampus teknik kita yang keras ini.. yang tidak kudapat dibangku kuliah.. ilmu yang membuat aku tersadar dan mempersiapkan diri untuk bersaing di dunia luar sana.. karena diluar sana sudah menanti kehidupan yang lebih keras dan buas dari pada kehidupan belantara dikampus kita ini..”

“jadi aku pesan sama kamu.. nikmati aja lah semua ini.. kamu pasti akan merindukannya setelah keluar dan sudah lulus nanti san..” ucap mas pandu lalu menghabiskan mansion botol gepeng miliknya..

“emboh lek.. ngelu ndasku..” (ga tau lek.. pusing kepalaku..) ucapku dan menghabiskan juga mansion gepeng bagianku..

Memang gila ternyata kehidupan kampus ku ini.. dan aku juga baru sadar kenapa kok kos pondok merah ini dibiarkan sampai sekarang dan masih tetap eksis.. padahal kan disini tiap hari anak – anaknya mabuk dan suka berkelahi.. dan itu pasti pihak kampus tau itu semua.. ternyata kos ini dibiarkan eksis supaya menjadi penyeimbang kehidupan kampus yang keras ini.. gila..

Dan setelah obrolan kami yang lumayan panjang ini.. mas pandu mengajakku kembali bergabung dengan yang lain.. kami pun melanjutkan pesta malam ini..

Tit.. TIT.. TIT..

Hpku berbunyi dan ada sebuah sms yang masuk..

*Ayu
Mas.. masih belum tidur ya..?

*Aku
Belum de.. ntar lagi.. kok belum tidur juga..? kenapa..?

*Ayu
Ayu ga bisa tidur mas..

*Aku
Kenapa ga bisa tidur..? emang ga capek apa seharian kegiatan dikampus tadi..?

*Ayu
Ayu kangen mas..

*Aku
Tadi siang kan ketemu terus de..

*Ayu
Tapi kan ga bisa berduaan.. ihhh mas ini loh.. emang mas ga kangen gitu sama ayu..?

Cuukkkk.. pertanyaan yang guaateelll banget.. kalau djawab iya itu kok kesannnya lebay banget.. dijawab ngga itu kok assuu banget kelihatannya..

*Aku
Sama seperti yang ade rasakan..

*Ayu
Apa yang ayu rasain..?

Cuuukkk.. ngebet banget sih supaya aku bilang kangen juga..? ga perlu diomongin kan harusnya dia tau juga kalau aku itu kangen sama dia.. emang wanita itu maunya disanjung dan dipuja setinggi – tingginya kok..

*Aku
Mas kangen juga sama ade..

*Ayu
Beneran nih kangennya..? bukan karena dipaksa kan..?

Bajinggaaannn.. sudah jawab jujur juga masih ditanyain seperti ini.. memang kok, luar biasa kekasih ku satu ini.. jadi gemes aku.. untung dia dikosan, kalau dikampus.. sudah kuseret dia kekamar mandi..

*Aku
Beneran de.. mas juga kangen..

*Ayu
Ihhh.. jadi tambah sayang deh ayu sama masku ini..

Cuukkk.. lebai banget sih.. semoga sms ini ga ada yang tau.. kalau sampai sms ini tersebar di anggota kos pondok merah.. mau ditaruh dimana mukaku ini..? bisa – bisa dibully sama bung toni aku.. bajingan yang lebay..

*Aku
De.. tidur gih.. dah malam.. besok masih banyak kegiatan loh..

*Ayu
Harusnya ayu yang ngomong gitu mas.. kalau ayu sih tinggal merem aja.. kalau mas itu loh.. pasti masih minum kan..?

*Aku
Dikit aja de.. ini loh cuman ngabisin sisanya aja.. habis itu tidur deh..

*Ayu
Dikit aja..? ngabisin sisanya..? ga salah nih..? ayu loh lihat tadi diruang keamanan minumannya puluhan kartoon.. mau dihabisin semuanya..?

*Aku
Ya nggal lah de.. itu stok sampai buat hari terakhir ospek.. lagian yang minum juga buaanyyaak banget..

*Ayu
Alasannya itu ada aja.. ya udah deh.. ayu tidur dulu kalau gitu..

*Aku
Iya de.. tidur gih.. met bobo adeku sayang..

*Ayu
Iya.. jangan banyak – banyak minumnya loh yang..

*Aku
Yang..? dah manggil sayang nih ceritanya..

*Ayu
Kenapa..? ga suka dipanggil sayang..?

*Aku
Apapun panggilannya.. terserah.. yang penting cinta dan sayangmu hanya untuk aku.. itu aja..

*Ayu
Ihhhhh…. Mas ini loh.. bikin ayu tambah ga bisa tidur aja.. jadi tambah kangen kan ayunya..

*Aku
Iya udah.. udah.. met bobo ya de..

*Ayu
Iya.. love you and miss you yang..

*Aku
Iya aku juga..

*Ayu
Juga apa..?

Cuukkk.. mau akhiri sms aja mbulet ae sehh…

*Aku
Iya de.. love you and miss you too sayang…

*Ayu
Hihihihihi.. muaacchhh..

 

Dan akhirnya selesai juga obrolan kami yang melebaykan ini.. tapi apapun itu.. dia adalah ayu.. wanita yang aku cintai dan aku sayangi saat ini dan seterusnya..

Setelah hampir jam dua malam pesta masih terus berlanjut.. dan aku pun pergi kekamar mandi untuk buang air kecil.. minuman ini sudah terlalu banyak diperutku dan menunggu antrian untuk segera dikeluarkan.. dan pada saat selesai dari kamar mandi dilantai satu..

“san..” seseorang memanggilku dari ujung ruangan yang gelap dan membuat aku kaget bukan kepalang.. asssuuu.. siapa yang manggil aku itu.. masa jin penunggu kampus ini..? ga takut sama jago apa..? kok berani ganggu aku..

[table id=Ads4D /]

(“asssuuu kamu bang.. kamu kira aku berani juga sama mahluk gaib.. bajingan kau..”)

(“loh.. kamu juga takut go..? kirain kamu berani..”)

(“assu tenan sampaean bang.. dikiro kene iki jin penunggu kampesmu opo..? terkutuk kau..” (anjing memang kamu bang.. dikira aku ini jin penunggu sempakmu apa..? terkutuk kau..))

(“jangan marah go.. emosian banget sih..”)

(“kata – katamu itu memancing mahluk – mahluk ghaib pembaca forum ini untuk membullyku bang.. mereka jadi ada perbendaharaan kata – kata lagi untuk menghinaku.. ga mikir sampe kesana kau.. bajingann..”)

(“jadi kamu takut dibully nih ceritanya..?”)

(“pantang bagi jago untuk takut dengan bullyan orang – orang yang hanya beraninya teriak, lalu bersebunyi dibalik jembutnya yang tebal..”)

(“cookkk.. kata – katamu menggatelkan sekali go..”)

(“jago ini bang.. jago.. asal tau aja.. mulutku ini lebih berbisa dari pada pejuhku.. asssuu..”)

(“oke deh go.. maaff ya.. maaff.. ntar ku edit dah kata – katanya diatas tadi..”)

(“terlambat cokk.. terlambat.. assuuu..”)

(“hahahahahaha..”)

[table id=AdsKaisar /]

Dan dimalam yang sedang dinaungi bulan purnama yang sedang mekar – mekarnya ini, aku pun mendekati arah suara yang memanggilku.. dan setelah aku melihatnya dari dekat.. samar – samar cahaya bulan menampakkan orang yang menegurku tadi.. ternyata mas rendi yang memanggilku.. dia sedang merokok dan duduk kursi beton.. kenapa mas rendi duduk ditempat gelap ini..? terus kenapa dia manggil aku..? apa dia mau marah sama aku..? mau ngajak duel aku atau mau apa..?

“ya mas.. kok ditempat gelap gini..?” tanyaku lalu duduk dihadapan mas rendi.. aku lalu mengambil rokokku dan mengisapnya perlahan..

“lebih tenang ditempat yang gelap gini.. ga ada yang ganggu..” ucap mas rendi dengan datarnya..

“maksudnya mas..?” tanyaku..

“aku pengen ngobrol serius sama kamu san.. dan aku tau kamu pasti tau apa yang mau aku omongin..?” ucap mas rendi sambil menatapku.. dan didalam keremangan malam ini, aku masih bisa melihat tatapan mas rendi yang tajam dan seperti memendam kekecewaan yang sangat besar entah untuk siapa.. untuk aku atau yang lain.. ntahlah..

“iya mas.. aku paham..” ucapku datar lalu menghisap rokokku dalam – dalam.. aku sudah tau maksud mas rendi ini dan pasti obrolan ini akan datang cepat atau lambat.. tapi aku ga menyangka aja kalau mas rendi membuka obrolan ini pada saat seperti ini.. bukan pada saat di kos atau ditempat lain..

“aku tau kamu pasti bingung kenapa kok tiba – tiba aku ngomong seperti ini.. dan mungkin dipikiranmu kenapa kok malam ini ngobrolnya.. kenapa ga nunggu diwaktu yang lain..” ucap mas rendi.. lalu mas rendi mengeluarkan empat botol mansion gepeng dan sebuah teh kotak dari jaketnya dan diletakkan di meja depan kami..

Cuukkk.. mas rendi bisa baca pikiranku..? asssuu.. serem juga kau mas…

Aku tidak menjawab apa yang ucapkan mas rendi barusan.. dan aku yakin mas rendi juga paham maksudku..

“nih kita minum dulu.. biar ga tegang obrolan kita..” kata mas rendi sambil menyerahkan sebotol gepeng mansion dan sebuah teh kotak kepadaku.. dan mas rendi juga mengambil sebotol gepeng untuknya lalu membukanya dan meminumnya..

Aku lalu mengambil teh kotaknya lebih dulu lalu meminumnya.. setelah itu aku membuka botol mansion bagianku dan menikmati minuman itu..

“san.. aku ga pengen mencampuri urusanmu dengan adekku mery.. kalian berdua itu orang yang aku sayangi.. aku tidak pernah membedakan kalian.. dan terus terang aku pun melakukan hal yang sama dengan mery.. aku mendiamkannya sama seperti aku mendiamkan kamu.. yang ada dipikiranku, kalian sudah dewasa dan aku yakin kalian juga bisa menyelesaikan masalah ini tanpa ada yang ikut campur.. tapi ternyata aku salah.. justru semakin aku mendiamkan, bukannya kalian bertambah sadar.. kalian malah makin menjauh dan tidak terkontrol..”

“diamnya diantara kalian, sakitnya diantara kalian dan sedihnya diantara kalian.. bukan hanya kalian yang rasakan.. aku juga sakit melihat kondisi kalian.. dan itu lebih perih dari pada yang kalian pikirkan..”

“aku tau kamu sudah memutuskan hubungan dengan merry dan sekarang kamu juga sudah menjalin hubungan dengan ayu.. aku tau semua itu.. dan aku tegas kan sekali lagi, aku tidak akan mencampuri urusan kalian berdua.. karena itu janjiku ke mery dan itu juga janjiku kepadamu sekarang..”

“tapi aku mohon buat kalian berdua.. bila cinta tidak bisa menyatukan kalian.. jangan ada benci yang menghalangi.. itu saja..” ucap mas rendi dengan kata – kata yang terbata.. dan matanya berkaca – kaca..

Cuukkk.. kata – kata mas rendi ini lebih menyakitkan rasanya dari pada pisau yang pernah menancap ditubuhku.. sakitnya bener – bener terasa dari ujung rambut sampai ujung kakiku.. dan rasa sakit ini bukan membuat aku membenci mas rendi tapi justru membuat aku sadar dan membuat aku merasa bersalah sekali sama mas rendi.. ternyata kegagalan hubunganku dengan mery bukan kami berdua saja yang sakit, tapi orang – orang disekitar kami..

Dan sekali lagi aku terdiam dan terpaku dengan ucapan mas rendi.. mulutku membisu, lidahku kaku dan tenggorokan seperti mengering.. hanya linangan air mata yang dengan bangsatnya mengalir dipipiku dan menetes dengan sesuka hatinya.. bajingaaann…

Mas rendi.. orang yang menjadi panutanku selama dikos pondok merah, orang yang telah menyelamatkan nyawaku dan orang ini juga yang menyadarkan kekakuan hatiku selama ini.. bangsaattt.. apa aku harus terus memendam kebencian dan kekecewaan dengan mery..? untuk apa..? toh juga sekarang sudah ada ayu.. buat apa juga aku terus membencinya..? apa dengan membencinya aku akan bisa makin menyayangi ayu..? tidak.. justru itu makin membuat aku teringat terus padanya dan membuat aku tidak bisa move on..

Mungkin bener apa yang dikatakan mas rendi.. kalau cinta ga bisa disatukan.. jangan ada benci yang menghalangi.. dan mungkin dengan cara aku memaafkan kesalahan mery di masa lalu, justru itu akan membuat hatiku semakin damai.. dan aku akan melangkah bersama ayu lebih mudah tanpa ada yang menganjal dihatiku seperti selama ini..

Maafkan aku mer.. maafkan aku mas ren.. maafkan aku yu.. maafkan atas kekerasan hatiku dan ke egoisanku selama ini.. aku terlalu memikirkan diriku sendiri tanpa memikirkan orang – orang yang dengan iklas menyayangi aku.. maaff.. maaff.. maaff..

Dan hanya airmata saja yang bisa keluar dari kelopak mataku saat ini.. ucapan kata maaf seolah berat sekali keluar dari bibirku.. aku tidak sanggup mengucapkannya karena sudah terlalu besar kesalahan yang aku buat dan aku pendam selama ini.. aku hanya bisa mengucapkan maaf dari dalam lubuk hatiku ini.. dan mungkin hanya air mata ini yang bisa mewakilkan semua..

“san.. ingat aku ga pernah menyalahkan kamu dan mery.. keadaan lah yang membuat ini semua terjadi.. dan ingat aku tidak pernah memintamu untuk mengakhiri hubungan dengan ayu.. jalanilah apa yang sudah kamu pilih.. dan jangan ada tangis lagi buat wanitamu.. semoga kamu mengerti..” ucap mas rendi lalu meminum mansion gepeng ditangannya sampai habis..

Cukup mas.. cukup.. kata – katamu membuat aku semakin terpuruk dan membuat aku semakin merasa bersalah.. hiiiuuffttttt.. aku lalu menegak habis sisa setengah botol mansion ini..

Cuukkk.. malam ini aku ingin bener – bener mabuk dan melayang tinggi keangkasa lalu berteriak sekencang – kencangnya.. biar semesta tau kalau dia telah mempermainkan kehidupanku dan aku sudah siap menghadapinya.. ntah itu pahit, manis, sakit, bahagia atau apapun itu.. dan aku yakin, ga selamanya semesta akan mempermainkan hidupku.. pasti disuatu masa, akan turun titah dari langit yang membuat semua akan indah diwaktunya.. semoga.. semoga dan semoga..

“okelah san.. kita balik keatas yo..” kata mas rendi lalu berdiri dari kursinya..

“duluan aja mas.. aku masih ingin sendirian malam ini.. aku mau nikmati kesendirian dibawah sinar purnama..” ucapku..

“oke.. aku bawa satu ya mansionnya..” ucap mas rendi mengambil satu botol mansion dan menyisakan satu untukku.. mas rendi lalu berjalan dan pergi meninggalkan aku sendirian..

[table id=AdsLapakPk /]

#Pukul 02.00

Aku lalu mengambil hpku dan mengirim pesan untuk seseorang..

*aku
Maaf..

Setelah itu aku mengantongi lagi hpku.. aku lalu membuka mansion gepeng yang ada dimeja dan meminumnya perlahan.. setelah itu aku membakar rokokku dan menghisapnya.. aku lalu memandang purnama yang sedang bersinar dengan indahnya dan bintang – bintang disekitarnya yang seang tersenyum manis..

Hiuuffttt…

“halo purnama.. ketemu lagi kita.. gimana kabarmu malam ini..? senang ya dikelilingi bintang – bintang yang indah..? sama.. aku juga senang dikelilingi oleh bintang – bintang.. tapi sinarnya berbeda.. karena bintang yang ada disekitarku lagi banyak yang bersedih.. semoga kamu bisa membahagiakan bintang disekitarmu dengan sinarmu.. ga seperti aku yang cuman bisa bikin bersedih bintang yang ada disekitarku.. hehehe..”

“purnama.. bisa ga kau ajarkan aku tetap bersinar sepertimu, walau hati sedang bersedih..? ga bisa ya..? ga usah deh.. itu berat, kamu ga akan kuat.. biar aku aja.. hehehe.. assuuuu..”

TIT..TIT..TIT..

*wanita misterius
Jangan kau ucapkan kata yang seharusnya aku ucapkan.. itu malah membuat aku makin bersedih..

*aku
Betapa aku tidak bahagia, jika maafku saja masih membuatmu bersedih..

*wanita misterius
Ketika maafmu justru membuat aku semakin tenggelam dalam kesalahanku.. disitulah aku merasa bahwa penyesalanku sudah tidak berguna lagi..

*aku
Biarkan penyesalanmu dan penyesalanku menyatu lalu melebur dalam kata maaf..

*wanita misterius
Semoga.. karena ‘kehilanganmu’ merupakan hal paling menyakitkan dalam hidupku.. dan semoga kamu bahagia dengan pilihanmu..

*aku
Aku ga kemana – mana kok.. ga perlu merasa ‘kehilangan’.. aku masih disini dan aku masih ‘anak baru’ yang kamu kenal..

*wanita misterius
Kamu jahat anak baru.. kamu jahat.. kamu biarkan aku tersesat oleh bayang – bayangmu beberapa bulan ini..

*aku
Maaff..

*wanita misterius
Baiklah.. semoga maafku juga kamu terima..

*aku
Sudahlah.. kita akhiri saja semua penyesalan dan kebencian ini.. biarkan purnama malam ini menjadi saksi.. biarpun cinta kita tidak bersatu tapi jangan ada benci diantara kita..

*wanita misterius
Semoga aku bisa.. dan semoga kamu pun bisa memegang kata – katamu..

*aku
Semoga..

*wanita misterius
Aku hanya meminta kamu berjanji satu hal..

*aku
Maaf aku ga bisa berjanji.. aku takut nanti hanya bisa menyakiti lagi..

*wanita misterius
Oke.. tapi yang perlu kamu ingat.. seandainya suatu saat takdir mengubah jalan kita.. aku harap kamu bisa memperjuangkannya..

*aku
Semoga..

 

Cuukkk.. kata – kata apa barusan ini..? assuuu.. assuu..

Aku lalu menyimpan hpku dikantong dan melanjutkan lamunanku sambil menikmati mansion gepeng dan sebatang rokok.. lalu aku menatap purnama yang seolah – olah mengejek aku.. dan purnama itu pun berkata kepadaku “raimu cokk.. bajingan ae omongane niru – niru koyok pujangga.. metuek.. matio ae.. asssuuu..” (mukamu cokk.. bajingan aja ngomongnya ikut – ikut kayak pujangga.. sok tua.. mati aja sana.. anj*ng..) dan aku hanya bisa menjawab.. “bajingan kau..”

 

“gimana..? masih sanggup..?” ucap seorang mahluk yang sudah lama tidak hadir di kehidupanku..

“masih mbah.. aku masih sanggup dan aku ga akan menyerah sampai waktuku tiba..”

“bagus.. semoga ini tambah menguatkanmu anak muda.. karena pelaut yang handal, bukan lahir dari gelombang yang kecil..”

“aku hanya menikmati perjalananku mbah.. ga perduli itu gelombang besar atau kecil.. badai yang besar sekalipun akan aku lalui..”

“aku suka sekali dengan perkembanganmu anak muda.. aku hanya berpesan.. tebarlah cinta selama perjalananmu ini.. karena dengan cinta, kamu akan bisa menikmati keindahan dunia ini..”

“berarti aku boleh ngentup (bahasa lainnya ngentot) lagi mbah..?”

“assuuu.. lek iku ngelama’ jenenge.. (anjing.. kalau itu kurang ajar namanya..) kukira kamu sudah berubah, ga taunya masih kurang ajar.. bajingan..”

“bilangnya suruh tebar cinta.. kok ga boleh ngentup..? piye toh sampean iki..? (gimana sih anda ini..?)”

“maksudku itu ga kayak gitu.. bajingannn.. percuma kok aku datang.. mending aku tadi kelon dirumah..”

“kelon sama siapa mbah..?”

“ngapain kamu tanya itu..? bajingan bener kok kamu ini.. ”

“cuukkk.. jangan marah mbah.. aku loh cuman tanya..”

“assuuu.. mending aku pergi aja.. percuma ngomong sama orang yang isi kepalanya cuman ngenta – ngentu ae.. (ngentat – ngentot aja)”

“kelon ga ngentu, ga enak mbah..”

“assuuu..” ucap mahluk itu dan pergi meninggalkan aku sendiri lagi..

[table id=AdsTbet /]

#Pukul 03.00

Aku merebahkan diriku dikursi sambil menatap bulan purnama tepat diatas kepalaku.. dan aku memejamkan mataku sebentar..

“san.. san.. assuuu.. kok tidur disini kamu..?” ucap seseorang membangunkanku..

“eh.. aldo.. kenapa do..?” tanyaku langsung duduk..

“bajingan.. kenapa lagi tanyanya.. sekarang ini jam berapa..? kamu itu koordinator keamanan.. dicariin sama yang lain dari tadi, malah enak tidur disini..” ucap aldo

“emang jam berapa sekarang do..?” tanyaku..

“jam setengah empat.. sebentar lagi itu maba pada mau datang.. kamu ditunggu diruang keamanan.. semua nunggu komandomu ini..” kata aldo..

“asssuu.. sudah jam setengah empat..? ketiduran aku cookkk.. ayo wes keatas..” ucapku..

Dan kami pun naik kelantai tiga tempat markas keamanan..

“assuuu.. bajingan.. jancoookk.. wedus.. cukimai.. lubang puki ini.. tai lasoo.. nggatelii..” dan masih banyak lagi makian dari anggota kos pondok merah menyambut kedatanganku.. sedangkan anggota keamanan yang lain hanya diam sambil tersenyum.. mereka tidak berani ikut memakiku..

“sori semua.. aku habis mencari wangsit tadi dibawah..” ucapku sambil tersenyum..

“assuuu.. alasan cari wangsit lagi.. cepat duduk sini.. kasih arahan ke teman – teman.. sudah mepet waktunya ini.. maba mau datang sebentar lagi..” ucap mas pandu..

“siap mas..” ucapku..

“san.. ko minum dulu.. supaya ko sadar..” ucap bung toni.. cukkk.. alasan apa lagi ini..? pernah ga dengar ada orang yang ngomong, minum dulu supaya kamu sadar..? bukannya mabuk itu malah bikin kita ga sadar ya..? assuuu.. dan itu cuman bung toni aja yang bisa berbuat begitu.. tidak ada yang lain.. memang luar biasa abangku satu ini..

Aku lalu mengambil minuman dari bung toni dan meminumnya.. setelah itu aku berbicara kepada teman – teman..

“selamat pagi semua.. saya tidak mau terlalu banyak bicara.. kita semalam sudah membahasnya.. jadi sekarang kita tempati pos kita masing – masing sesuai pembahasan kita tadi malam.. dan saya cuman meingatkan sekali lagi buat teman – teman.. jangan berlebihan dalam mengambil tindakan.. mereka juga adik – adik kita.. didik mereka dengan keras tapi jangan kasar.. mungkin itu aja dari saya.. kalau ada pertanyaan silahkan.. atau ada tambahan dari mas – mas sekalian..?” ucapku kepada teman – teman keamanan dan senior – senior yang ada diruangan.. dan mereka hanya mengangguk saja..

“oke.. kalau gitu.. sebelum kita bubar dan menempati pos masing – masing.. marilah kita berdoa supaya kegiatan kita hari ini lancar dan tidak ada kendala…” ucapku terpotong..

“waduh.. masa mabuk gini kita berdoa san..?” ucap seseorang panitia keamanan berbicara kepadaku.. dan ternyata yang berbicara itu dedi, anak mesin yang pernah berduel dengan aku waktu kami masih sama – sama peserta ospek dua tahun lalu….

“ded.. kalau mabuk itu urusan ku, kamu dan semua yang ada diruangan ini.. kalau doa..? itu urusan pribadi kita masing – masing dengan Sang Pencipta.. apapun dan bagaimanapun kondisi kita.. yang penting kita iklas seiklas – iklasnya memanjatkan doa kepada Sang Pencipta.. urusan diterima atau engganya doa kita, itu hak mutlak Sang Pencipta.. kita ga pernah tau itu.. ” ucapku lalu menghisap rokokku dalam – dalam..

“maaf ya kawan.. bukannya aku menggurui kamu..” ucapku lagi sambil tersenyum dan disambut senyuman oleh dedi..

“bajingan ini.. malah ceramah lagi.. bisa – bisa tobat kita hari ini.. ayo cepat pimpin doa.” ucap mas pandu dan disambut senyuman dari semua orang didalam ruangan..

“oke.. karena do’a itu urusan pribadi kita terhadap Sang Pencipta.. silahkan kalian berdoa masing – masing.. aku ga bisa memaksa kalian untuk mengikuti doaku dan memaksa kalian untuk mengaminkannya.. cuman aku titip.. selipkan satu saja doa, semoga kegiatan kita ini lancar dan aman terkendali.. sisanya silahkan kalian berdoa menurut hati kalian masing – masing.. berdoa mulai..”

Dan seketika itu juga.. ruangan ini langsung hening dan mereka larut dalam doa – doa yang dipanjatkan oleh hati mereka.. suasana yang dingin dan hening ini malah membuat bulu kuduk berdiri.. karena ketika hati berbicara kepada Sang Pencipta.. itu lebih indah terdengar dari pada mulut yang mengucapkan…

“selesai.. kita bubar dan silahkan menempati pos masing – masing.. selamat bertugas kawan.. semoga keiklasanmu hari ini.. membawa perubahan yang baik buat diriku, dirimu dan semua.. terimakasih..” ucapku..

Kami lalu membubarkan diri dan menempati masing – masing pos kami.. ada yang diarea halaman kampus, pintu gerbang.. jalan – jalan sekitar kampus dan pertigaan luar kampus..

[table id=iklanlapak /]

#Pukul 04.00

Anggota keamanan telah menempati pos masing – masing.. dan tugas ku berkeliling mengecek anggota keamanan serta berkoordinasi dengan panitia bidang lain.. ga berapa lama.. maba mulai berdatangan.. mereka kali ini datang dengan persiapan yang bener – bener mateng.. pakaian dan atribut mereka rata – rata sudah sesuai dengan apa yang diatur oleh panitia..

Teriakan dan makian panitia keamanan membahana dipagi ini.. wajah – wajah yang tegang pun tampak dari maba..

Pandanganku terfokus pada satu orang.. dia berlari dengan terburu – buru.. baju hem putih, celana hitam, sepatu hitam, tindik yang sudah dilepaskan dikedua telinganya, papan nama didada, topi petani yang terbuat dari kerdus menutupi kepalanya yang plontos dan karung yang dibawa dipundaknya..

“tole.. sini kamu..” panggilku.. dan dia pun berlari kearahku dengan nafas yang terburu – buru..

“salah apa lagi aku kanda..?” ucapnya dengan nafas yang berat dan wajah yang memelas.. tampak keringat dikeningnya keluar dipagi yang dingin ini..

Aku lalu mendekatinya.. dan mengancingkan hem bagian atasnya yang terlepas.. dipapan nama yang tergantung didadanya tertulis jelas namanya.. Ilham Kurnia Aji.. ya dia ilham codet, sepupuku yang bajingan.. aku lalu merapikan hemnya.. setelah itu aku menepuk pundaknya dan menyuruhnya masuk kedalam.. akhirnya dia patuh juga dengan peraturan yang ditetapkan panitia.. aku salut juga dengannya.. rupanya dia punya niat dan tekat yang kuat kuliah dikampus teknik kita ini..

Pukul 05.00

Hampir semua maba sudah didalam lapangan.. hanya segelintir maba saja yang masih terlambat.. dan itu menjadi makanan empuk anggota keamanan yang berjaga diluar sana..

Dan di pagi hari kedua ini.. kami awali dengan memberi mereka shock terapy ala panitia kemanan… setelah selesai membuat mereka takut dan menurut.. acara dilanjutkan untuk sarapan pagi.. dan untuk acara sarapan pagi para maba kali ini, kami dari keamanan mengambil alihnya.. kami memberikan ‘sarapan special’ buat para maba.. sarapan yang mereka bawa masing – masing, kami ambil.. terus kami jadikan satu ditengah lapangan beralaskan kertas yang sangat besar sesuai dengan kelompok masing – masing..

Dan setelah mereka membuat lingkaran dan bersiap dengan hidangan yang ada didepan mereka.. kami lalu mengaduk makanan itu dengan tangan – tangan ‘bersih’ kami.. lalu kami persilahkan mereka untuk makan dengan tangan dan harus dihabiskan tanpa sisa sebutir nasi pun dengan waktu yang telah kami tentukan..

Suasana lapangan langsung meriah seketika itu juga.. para maba langsung menyantap hidangan dihadapan mereka dengan lahap.. mereka bahu – membahu dengan anggota kelompoknya untuk menghabiskan makanan itu sampai tidak bersisa.. tidak perduli itu laki – laki atau perempuan.. yang ada hanya kebersamaan dan saling membantu untuk menyelesaikan makanan dihadapan mereka sesuai dengan waktu yang ditentukan..

Dan setelah mendekati injuri time.. suasana makin gaduh.. mereka memunguti nasi satu persatu diatas kertas dengan cepat dan ada juga yang menjilati nasi yang masih menempel ditangan mereka.. dan ketika waktu habis.. semua kelompok telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik tanpa ada tersisa..

Setelah acara makan selesai.. kami lalu memberi air mineral satu gelas untuk sepuluh orang.. dan mereka harus membagi minuman itu sama rata dan harus kebagian semua.. setelah selesai satu gelas.. kami memberikan satu gelas lagi untuk dibagi rata lagi.. dan kami terus melakukan itu sampai lima gelas selesai kami bagi..

Setelah acara sarapan yang special ini.. kami membariskan mereka lagi dan kami melanjutkan dengan memeriksa kelengkapan tugas mereka.. yang tidak mengerjakan atau lupa dengan tugas mereka, kami keluarkan dari barisan dan diberi hukuman..

Itulah ospek di pagi hari kedua dikampus teknik kita.. kami bukan sekedar memaki dan menghajar mereka.. tapi kami juga mengarahkan mereka supaya mereka bisa memupuk rasa kebersamaan dan kekompakan diantara mereka..

 

#Cuukkk.. karena kebersamaan akan membuat dunia ini terasa indah dan lebih berwarna..

Halaman Utama : Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2

BERSAMBUNG – Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 54 | Perjalanan Mengejar Cita dan Cinta 2 Part 54 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 55 ) | ( Part 55 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler